MWBW Denpasar Akan Gelar Wimbakara Serangkaian Saraswati, Dinas Kebudayaan Beri Apresiasi

KETUA Kemoncolan Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) Kota Denpasar, Guru I Ketut Bagus Kerta Negara; didampingi Ketua Kemoncolan MWBW Denpasar Utara, Guru Made Sukarta, dan Ketua Kemoncolan MWBW Denpasar Timur, Guru I Putu Putra Sasmitha, melaksanakan audiensi ke Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Rabu (9/7/2025) yang diterima Sekretaris Dinas Kebudayaan, Dwi Wahyuning Kristiansanti. Foto: tra
KETUA Kemoncolan Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) Kota Denpasar, Guru I Ketut Bagus Kerta Negara; didampingi Ketua Kemoncolan MWBW Denpasar Utara, Guru Made Sukarta, dan Ketua Kemoncolan MWBW Denpasar Timur, Guru I Putu Putra Sasmitha, melaksanakan audiensi ke Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Rabu (9/7/2025) yang diterima Sekretaris Dinas Kebudayaan, Dwi Wahyuning Kristiansanti. Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Serangkaian perayaan rahina suci Saraswati pada 6 September 2025, Kemoncolan Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) Kota Denpasar, kembali akan menggelar sejumlah wimbakara. Agenda ini mendapatkan apresiasi positif dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. 

Hal itu terungkap saat Ketua Kemoncolan Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) Kota Denpasar, Guru I Ketut Bagus Kerta Negara; didampingi Ketua Kemoncolan MWBW Denpasar Utara, Guru Made Sukarta, dan Ketua Kemoncolan MWBW Denpasar Timur, Guru I Putu Putra Sasmitha, melaksanakan audiensi ke Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Rabu (9/7/2025) yang diterima Sekretaris Dinas Kebudayaan, Dwi Wahyuning Kristiansanti. 

Bacaan Lainnya

Ketua Kemoncolan Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) Kota Denpasar, Guru I Ketut Bagus Kerta Negara, mengungkapkan, program perayaan rahina suci Saraswati merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Kemoncolan Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) Kota Denpasar, sekali dalam setahun. Dimana, MWBW Kota Denpasar memaknai rahina suci Saraswati sebagai momentum dalam memaknai turunnya ilmu pengetahuan dengan menggelar beragam wimbakara. Antara lain wimbakara palawakya, gender, canang sari, ngwacen aksara Bali, nyurat aksara Bali, lomba mesatua Bali, dan pidarta basa Bali.

“Wimbakara tersebut merupakan wahana apresiasi serta pelestarian tradisi adat dan budaya Bali. Dan, perayaan rahina Saraswati ini merupakan bentuk nyata sinergi dari MWBW untuk Pemkot Denpasar dan semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa, sehingga diharapkan ke depannya agar semakin kompak dan terus berkontribusi dalam pembangunan khususnya di Kota Denpasar,” kata Guru I Ketut Bagus Kerta Negara. 

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Dwi Wahyuning Kristiansanti, memberikan apresiasi atas perayaan hari suci Saraswati oleh MWBW. Tentunya hal ini menjadi momentum yang baik dalam memaknai turunnya ilmu pengetahuan. Selain itu, perayaan ini juga menjadi wahana silaturahmi untuk mempererat persaudaraan dan mengembangkan potensi kreativitas generasi muda. 
Dwi Wahyuning Kristiansanti berharap dengan perayaan dan persembahyangan hari suci Saraswati ini menjadi momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti agar semua umat manusia dianugerahi kecerdasan dan diberikan kekuatan dalam menjalankan swadharma masing-masing. “Dengan adanya wimbakara ini menjadi wahana untuk pengembangan diri,” pungkasnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses