Mencermati “Pemberian Penghasilan Tinggi sebagai Salah Satu Upaya Mencegah Korupsi” Ditinjau dari Teori GONE

Ni Kadek Sinarwati. foto: dok

Oleh Ni Kadek Sinarwati
(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha)

KORUPSI merupakan tindak kejahatan yang sangat merugikan banyak pihak. Korupsi di negara Indonesia sangat sulit diberantas. Lembaga negara yang bernama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibentuk untuk memberantas korupsi, malah terjangkit “virus” korupsi.Korupsi tidak hanya terjadi di instansi besar, tidak juga di instansi pemerintah, tidak hanya di instansi pemerintah pusat, tetapi di semua lini instansi besar-kecil, pemerintah-swasta, di pusat-daerah.

Bacaan Lainnya

Teori yang membahas penyebab fraud (korupsi) diantaranya teori fraud triangle menyatakan penyebab fraud/korupsi adalah tekanan, rasionalisasi dan kesempatan. Teori fraud Diamond menambahkan teori fraud triangle penyebab korupsi karena adanya kompetensi. Perkembangan berikutnya yaitu teori GONE menyatakan penyebab korupsi adalah Greedy (keserakahan), Opportunity (kesempatan), Need (kebutuhan), Exposur (pengungkapan).

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi. Instansi pemerintah yang menangani pengelolaan keuangan negara, merupakan bagian yang “basah” dan rentan menimbulkan tindakan korupsi. Salah satu upaya mencegah korupsi di bagian tersebut adalah dengan memberikan penghasilan yang lebih tinggi kepada pegawai atau orang-orang yang bekerja di bagian tersebut.

Pemberian penghasilan yang lebih tinggi di bagian ini dibandingkan dengan bagian lain yang tidak mengelola keuangan negara didasari oleh pertimbangan, dengan penghasilan yang sudah tinggi, para pegawai sudah mampu memenuhi bahkan kebutuhannya sehingga hasrat untuk korupsi bisa ditiadakan. Fakta yang terjadi, berapa pun besar penghasilan yang sudah diterima, namun tindakan korupsi semakin merajalela

Baca juga :  Buru Pencuri Pratima, Polres Gianyar Bentuk Tim Gabungan

Penyebab korupsi jika ditinjau dari teori GONE yang menyatakan penyebab korupsi yang pertama adalah Greedy atau keserakahan. Sifat serakah atau dalam Bahasa Bali Loba atau momo menyebabkan seseorang tidak akan pernah puas terhadap jumlah materi yang dimiliki atau tidak akan pernah puas terhadap jumlah penghasilan yang diperoleh.

Penghasilan mau dinaikkan sampai berapa persen-pun, tidak akan menghilangkan keinginan korupsi jika seseorang memiliki sifat serakah. Jadi ketika korupsi dilakukan karena keserakahan, kiranya pemberian penghasilan yang tinggi tidak tepat sebagai upaya mencegah korupsi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.