Melalui Kolaborasi “Base”, SMPN 2 Denpasar Gelar Selayang Pandang Kearifan Budaya Bali

KEPALA SMPN 2 Denpasar, I Gusti Agung Ayu Made Seni Wati; mendampingi Kadisdikpora AA Gede Wiratama, meninjau siswa SMPN 2 Denpasar membuat canang sari seusai membuka acara selayang pandang kearifan budaya Bali melalui kolaborasi "Base" yaitu bahasa Bali, agama, seni budaya, Selasa (25/7/2023). Foto: tra
KEPALA SMPN 2 Denpasar, I Gusti Agung Ayu Made Seni Wati; mendampingi Kadisdikpora AA Gede Wiratama, meninjau siswa SMPN 2 Denpasar membuat canang sari seusai membuka acara selayang pandang kearifan budaya Bali melalui kolaborasi "Base" yaitu bahasa Bali, agama, seni budaya, Selasa (25/7/2023). Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Jika bicara soal pendidikan karakter, SMPN 2 Denpasar (Spentwo) adalah gudangnya. Para siswa SMPN 2 Denpasar disiapkan menjadi SDM Bali yang andal dan berkarakter. Sejak Selasa (25/7/2023) seluruh siswa dilibatkan dalam selayang pandang kearifan budaya Bali melalui kolaborasi “Base” yaitu bahasa Bali, agama, seni budaya.

Acara yang digelar atas inisiatif OSIS SMPN 2 Denpasar ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wirata, ditandai dengan pemukulan bende bersama Kepala SMPN 2 Denpasar, I Gusti Agung Ayu Made Seni Wati, S.Pd. Pembukaan diawali dengan pementasan tari Rejang dan Baris Gede yang dibawakan siswa SMPN 2 Denpasar yang bergabung dalam Sanggar Tari Dwi Gantari, dan diiringi penabuh dari siswa SMPN 2 Denpasar yang bergabung dalam Sanggar Tabuh Dwi Semara Gita.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Ni Putu Natasha Pradina Widari, mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mengawali proses belajar pada semester 1 tahun pelajaran 2023/2024. Kegiatan Base digelar selama empat hari yang diisi dengan pemaparan teori dari guru agama, guru bahasa Bali, dan seni budaya serta praktek pembuatan canang sari, ceper slepan, klakat dan tangkih ituk segehan. Berikutnya diisi dengan praktek seni budaya dan bahasa Bali.

Kegiatan ini, sambung Natasha yang pengurus OSIS SMPN 2 Denpasar ini, bertujuan untuk menambah pengetahuan ajaran agama serta budaya lolal. Di samping memperluas wawasan mengenai ajaran bahasa Bali, agama, dan seni budaya. Di akhir laporannya, ia juga menyemangati warga sekolah dengan yel-yel “Spentwo Hebat, Spentwo Bisa, Spentwo Jaya, Prestasi Kebanggaanku”.

Hal ini dibenarkan Kepala SMPN 2 Denpasar, I Gusti Agung Ayu Made Seni Wati, bahwa Base ini menjadi trend mark baru OSIS SMP PGRI 2 Denpasar. Dengan demikian program sekolah benar-benar mendukung Denpasar sebagai kota budaya untuk memperkuat karakter yang berdasarkan kearifan lokal dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam.

Kedua, semua keterampilan yang dilombakan merupakan bekal hidup bagi siswa. Ketiga, sarana yang dilombakan langsung dijadikan persiapan nyanggre rerahinan Sugian Jawa dan Sugian Bali serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan.

Kasek yang selalu tampil energik ini menekankan kepada siswa bahwa ada tiga hal yang perlu dipakai sesuluh. Pertama, agama dipakai sebagai media yang membuat makna hidup lebih terarah. Kedua, budaya yang menghaluskan kehidupan dengan polesan emosional dan intelektual, dan ketiga, teknologi dipakai untuk mempermudah hidup manusia. Hanya semua itu harus dijalankan di jalan dharma.

Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengacungkan jempol dengan kegiatan anak-anak SMPN 2 Denpasar. Mereka ini diarahkan secara benar menjadi SDM yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial dan spiritual. Serta siap terjun ngayah di masyarakat.

Agung Wiratama mendaku kagum melihat kepiawaian siswa demonstrasi nyurat aksara Bali, membuat canang sari, ngulat klakat, dan mejahitan. Juga magender wayang dan ngerindik.

Menambah rasa kagumnya, di acara ini selain dilantunkan kidung suci, juga pelafalan lAl-Maidah ayat 27 yang dibawakan siswa SMPN 2 Denpasar, Zaki Irsyad Maulana Zend, yang meraih juara 1 MTQ se-Bali. Juga pembacaan kitab suci Dhamma Pada Sippa Dhamaa Samajja oleh Vanessa Putri Wijaya peraih harapan 1 di Kementerian Agama Provinsi Bali.

Kegiatan positif seperti ini tegas Agung Wiratama harus terus digiatkan. Bahkan seluruh persekolahan di Denpasar mulai SD sampai SMP negeri dan swasta diminta meniru agenda SMPN 2 Denpasar. Dengan demikian bisa meminimalisir anak-anak terjerumus pada hal negatif, seperti ikut geng atau mabuk-mabukan.

Sebagai manusia Bali, lugasnya lagi, kehidupan seni dan budaya Bali yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat harus terus dikembangkan dan dilestarikan. Kalau budaya hilang, Bali akan tinggal kenangan. Karena itu, jagalah budaya sehingga Bali tetap ajeg. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses