Mas Sumatri Ubah Kawasan Kumuh Jadi Pelepas Jenuh

BUPATI Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, saat meresmikan patung Surya Candra di kawasan Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Manggis, setahun silam, yang saat ini menampilkan pesona keindahan. Padahal sebelumnya kawasan ini lumayan kumuh. Foto: dok
BUPATI Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, saat meresmikan patung Surya Candra di kawasan Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Manggis, setahun silam, yang saat ini menampilkan pesona keindahan. Padahal sebelumnya kawasan ini lumayan kumuh. Foto: dok

KARANGASEM – Pemerintahan Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, dalam upaya memperbaiki daerah dari banyak persoalan memang belum tuntas. Meski begitu, pada era pemerintahannya cukup banyak dilakukan inovasi dalam upaya membangun Kabupaten Karangasem, Bali. Salah satunya adalah penataan kawasan Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Manggis yang saat ini menampilkan pesona keindahan, padahal sebelumnya kawasan ini lumayan kumuh.

Mas Sumatri mengatakan, penataan tersebut memang direncanakan dalam upaya menanggalkan kesan kumuh yang lahir dari kawasan tersebut. Ketika kawasan belum tertata, banyak sampah berserakan, terutama pada saat musim hujan. Posisi warung-warung juga tidak terurus.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, situasi itu sangat disayangkan, karena potensinya sangat berguna terhadap masyarakat setempat. Begitu juga bagi masyarakat lain, terutama para pengendara kendaraan yang berhenti di sana untuk istirahat sambil melepas lelah dengan menikmati suasana pantai. Dari kondisi itu, jelasnya, pemerintah harus memiliki ide kreatif untuk mengubah kondisi supaya ditata seperti sekarang.

“Jadinya kan terlihat lebih indah dan bersih. Malah sekarang tempat tersebut bisa memberi kesan pelepas jenuh karena suasana alamnya,” tutur Sumatri, Senin (1/2/2021).

Dia melanjutkan, upaya pembangunan lain yang dilakukan adalah pemberdayaan pengelolaan desa wisata. Wilayah dusun atau desa yang memiliki potensi wisata itu disilakan mengatur sendiri, dan pemerintah yang akan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan demi kemajuan. “Dari masing-masing desa yang punya potensi kan ke depannya bisa menjadi kearifan lokal tersendiri demi kemajuan Karangasem juga,” pungkasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses