Marciano Norman Ingin PB Kodrat Perkuat Regenerasi Atlet Tarung Derajat

KETUA Umum KONI Pusat Marciano Norman (kelima kanan) bersama Ketua Umum PB Kodrat Bambang Soesatyo (keenam kanan) beserta jajaran berfoto bersama dalam pertemuan di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Jumat (7/2/2025). foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman ingin Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat) bisa memperkuat regenerasi atlet untuk olahraga tersebut, guna berprestasi di kancah internasional.

Ia mengatakan, untuk memajukan olahraga itu, dibutuhkan program kerja yang berkualitas dan berkelanjutan, sehingga ke depannya bisa berjalan perlahan serta terukur, demi memajukan prestasi maupun menciptakan regenerasi atlet.

Bacaan Lainnya

“Di dalam negeri, sosialisasi harus terus dilakukan agar dapat menjaring bibit atlet tarung derajat yang mampu membuat bangga Indonesia lewat prestasi,” kata Marciano dalam pidato sambutannya melalui sambungan video atau daring, usai pelantikan PB Kodrat periode 2025-2029 di Jakarta, Sabtu (14/6/2025).

Dia mengatakan, sosialisasi juga harus gencar dilakukan di luar negeri, guna mendorong negara tetangga agar membentuk federasi internasional. Hal itu penting dilakukan, supaya mendukung target utama pengurus tersebut, yakni membawa olahraga tarung derajat “go” internasional alias mentas di SEA Games dan Asian Games.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bambang Soesatyo selaku Ketum PB Kodrat yang baru saja dilantik dan berharap ke depan kualitas program kerja dapat terus ditingkatkan dengan target go Internasional,” ujar Marciano, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Ketua Umum PB Kodrat Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjelaskan keinginan Ketum KONI sejalan dengan tujuan utama organisasi, yaitu membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

Dia menjelaskan, olahraga itu lahir merupakan produk asli dari Tanah Air, sehingga masyarakat Indonesia harus bangga. Sebab, tarung derajat mampu berdiri sejajar dengan olahraga beladiri lainnya yang berasal dari negara luar.

Oleh sebab itu, Bamsoet mengajak kepada seluruh pengurus untuk bersama-sama memajukan olahraga beladiri asli dari dalam negeri itu. “Tarung derajat ini sudah berdiri sejak 53 tahun yang lalu, ini sebuah perjalanan dan perjuangan yang tidak ringan dan menghabiskan banyak keringat dan usaha, namun perjuangan itu mengeluarkan hasil yang memuaskan dan semua patut bangga,” ujar dia.

Tarung derajat merupakan olahraga bela diri asli Indonesia yang dirintis oleh Haji Achmad Dradjat. Pria kelahiran Garut 18 Juli 1951 menciptakan tarung derajat, berdasarkan pengalamannya bertarung di jalanan pada tahun 1960-an di Bandung, Jawa Barat. Pada akhirnya, Bandung dipilih menjadi tempat deklarasi bela diri tarung derajat tanggal 18 Juli 1972.

Secara teknis, olahraga itu memiliki karakteristik dari sisi kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan dengan mengusung filosofi “Aku ramah bukan berarti takut, aku tunduk bukan berarti takluk”. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses