POSMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia bersama Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, menandatangani nota kesepakatan tentang Perfilman dan Program Budaya Sensor Mandiri di kantor Camat Klungkung, Selasa (25/7/2023).
Ketua LSF, Rommy Fibri Hardianto, mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan sebagai wujud nyata akan dimulainya Program Desa Sensor Mandiri di Kabupaten Klungkung. Kegiatan ini menjadikan Klungkung sebagai daerah keenam di Indonesia yang menjalin kerja sama dengan lembaganya.
Menurut Hardianto, selama ini pemerintah pusat dan daerah, termasuk pemerintah desa di Klungkung, sangat bangga dengan internet masuk desa. Semua balai desa sudah bisa online dengan internet yang difasilitasi pemerintah daerah.
Namun, dengan internet, siapa pun akan bisa menonton apa saja dan tidak terkontrol, karena di internet tidak disensor oleh sensor film. “Kami akan mengisi dan memperbanyak dengan literasi, sehingga masyarakat dapat memilah dan memilih tontonan sesuai dengan usianya,” ujar Hardianto.
LSF juga akan menggandeng Diskominfo, KPAI dan para konten kreator lokal untuk membuat konten yang mempromosikan wilayah masing-masing. Tentunya dengan konten yang kreatif dan positif.
Bupati Suwirta didampingi Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Klungkung, I Wayan Suteja, minta kepada desa yang menjadi proyek percontohan supaya memanfaatkan dengan baik kerja sama ini. Kerja sama yang dilakukan disebut sebagai momentum untuk mendidik dan membatasi anak-anak saat memanfaatkan internet.
“Penandatanganan nota kesepakatan ini kami harap mampu memberi bimbingan untuk menciptakan internet yang lebih sehat dan bermanfaat, dengan konten-konten positif,” pintanya. baw
























