Lomba Bercerita Tingkatkan Minat Baca Sejak Usia Dini

  • Whatsapp
SALAH seorang peserta lomba bercerita yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli di Pendopo SDN 4 Kubu, Rabu (28/4/2021). foto: gia

BANGLI – Meningkatkan minat membaca di usia dini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bangli, Rabu (28/4/2021) melangsungkan lomba bercerita dan pidato (pidarta) bahasa Bali. Lomba di pendopo SDN 4 Kubu itu dibuka Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar; dan dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bangli, Dewa Agung Putu Purnama.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangli, I Wayan Sugiarta, dalam laporannya menyampaikan, lomba ini diadakan untuk menarik minat baca anak terhadap buku cerita budaya daerah dan Nusantara. Pun untuk membina bakat dan melatih anak hidup cerdas, memiliki mental kreatif, inovatif dan siap berkembang.

Bacaan Lainnya

Lomba bercerita tingkat SD diikuti 20 orang, perwakilan masing-masing kecamatan sebanyak lima orang. Untuk lomba pidarta basa Bali tingkat SLTP diikuti sebanyak 16 peserta perwakilan masing-masing kecamatan sebanyak empat orang.

Lomba dilaksanakan mulai 28-29 April dengan mengambil tema “Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Kecintaan Terhadap Budaya Lokal dalam Upaya membangun Karakter, Kecerdasan, Kreativitas dan Inovasi Generasi Muda Indonesia”.

Bupati Bangli dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Wayan Diar mengatakan, sebelumnya menyebut sangat prihatin banyaknya gedung pertemuan rusak, salah satunya gedung Sasana Budaya Giri Kusuma yang kini rata.

Baca juga :  Membumikan Politik di Mata Generasi Internet

Padahal itu merupakan tempat strategis untuk melaksanakan kegiatan seperti lomba ini, termasuk gedung pertemuan Bhukti Mukti Bhakti yang kondisinya memprihatinkan. “Tahun 2021 ini rencananya akan direnovasi dengan dana lima miliar,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan, kemampuan dan kesenangan membaca merupakan modal serta faktor penting dalam penyelengaraan pendidikan dan pembangunan masyarakat. Dengan begitu dapat hidup lebih cerdas, berwawasan luas, dan tangkas menghadapi peluang serta tantangan di era ekonomi global saat ini.

Pembudayaan kegemaran membaca di satuan pendidikan, sebutnya, boleh dikatakan tidak mudah tapi juga tidak susah. Upaya pembudayaan harus ditanamkan dan dilatih pada diri anak-anak sedini mungkin, serta dilakukan secara berkelanjutan dalam kondisi yang kondusif, harmonis dan komunikatif.

“Penanganan tidak cukup hanya oleh guru atau komunitas di sekolah. Peran orangtua, masyarakat, pemerintah dan lembaga swasta juga merupakan faktor penting,” jelasnya.

Melalui lomba ini dia berharap dapat membantu anak-anak menumbuhkembangkan kegemaran membaca melalui berbagai bacaan, dan menanamkan cinta kebudayaan bangsa, persatuan dan kesatuan. Pun menarik minat baca anak terhadap buku cerita budaya daerah dan Nusantara.

Pada kesempatan itu, Diar mengimbau seluruh peserta dan para pemangku kepentingan dapat mengikuti lomba itu dengan sebaik-baiknya. “Dan dapat mengambil hikmah dan manfaatnya yaitu sebagai sarana untuk meningkatkan budaya gemar membaca,” pesannya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.