POSMERDEKA.COM, BULELENG – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, membagikan bendera Merah Putih kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Ngurah Rai. Tepatnya di depan Lapangan Ngurah Rai Singaraja.
Pembagian bendera Merah Putih yang dilakukan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, beserta seluruh jajaran, anggota Forkopimda dan 11 ormas dalam rangka menyemarakkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Jumat (4/8/2023).
Lihadnyana menjelaskan, perjuangan para pahlawan untuk mencapai kemerdekaan harus dilanjutkan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih maju dan sejahtera.
Dalam kesehariannya, mengisi kemerdekaan telah dilakukan dengan bentuk pelayanan pembangunan dan juga pelayanan kepada masyarakat. ‘’Selain itu, kita semarakkan dengan nuansa Merah Putih. Detik-detik kemerdekaan juga harus kita rayakan dan maknai dengan dalam,’’ jelas dia.
Di hari keempat bulan kemerdekaan pada Agustus 2023 ini, Lihadnyana masih melihat adanya areal ataupun toko-toko yang belum memasang bendera Merah Putih. Oleh karena itu, dirinya mengajak Forkopimda untuk melakukan pendekatan persuasif. Ini untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk memasang bendera Merah Putih sepanjang bulan kemerdekaan tahun ini.
“Kita lihat dulu selama seminggu. Jika masih ada, kita akan bersinergi dan berkoordinasi dengan Forkopimda untuk menyadarkan masyarakat dalam pengibaran bendera Merah Putih ini,” ujar Lihadnyana.
Kepala Badan Kesbangpol, Komang Kappa Tri Aryandono, menyebutkan, sebanyak 1.281 bendera dibagikan kepada pengguna jalan. Jumlah tersebut merupakan donasi dari ormas. Ormas juga dilibatkan dalam “Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Indonesia” khususnya di Kabupaten Buleleng.
Sebelumnya, pada 31 Juli 2023 telah diserahkan secara simbolis oleh Pj Bupati Buleleng dan sudah dipasang di seluruh Kabupaten Buleleng melalui camat, lurah, perbekel (kepala desa). “Totalnya ada 6.000 bendera. Kegiatan hari ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2023 lalu,” sebutnya.
Mengenai masih adanya areal dan toko-toko yang belum mengibarkan bendera Merah Putih, mantan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Buleleng ini menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan panitia tetap perayaan hari besar nasional.
Hal tersebut dilakukan karena SE Sekda telah diterbitkan. Koordinasi juga dilakukan dengan Forkopimda Buleleng. “Ini merupakan tugas bersama. Tidak hanya kewajiban pemerintah tapi juga kita gugah kesadaran masyarakat dan pemilik usaha bahwa kemerdekaan ini milik kita bersama,” imbuh Kappa.
Sementara itu, salah satu pengguna jalan yang menerima pembagian bendera, Made Gunawan Adi Widiadnyana, asal Penarungan, awalnya mengaku kaget ada kerumunan. Namun, setelah mengetahui kerumunan tersebut merupakan pembagian bendera dirinya mengaku senang. “Saya yang juga selaku guru di SDN 4 Banyuasri merasa sangat kagum terhadap perkembangan Buleleng, NKRI Harga mati,” ungkapnya. edy
























