Larangan Kumpul Lebih dari Tiga Orang di Zona Merah

  • Whatsapp
HUMAS GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa. Foto: ist
HUMAS GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa. Foto: ist

BANGLI – Penyebaran Covid-19 di Bangli mulai banyak menyasar klaster perkantoran. Sesuai data dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Kabupaten Bangli, perkantoran Pemkab Bangli yang terpapar dimulai dari Inspektorat Bangli, Disdukcapil, Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, dan sekarang di BPKAD. Hal itu diungkapkan Humas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Selasa (9/2/2021).

Dia mengakui secara akumulasi kasus Covid-19 di Bangli sejak beberapa minggu ini cenderung meningkat. Tindak lanjut dari itu, kata Dirgayusa, upaya yang dilakukan mengacu Permendagri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Implementasinya melalui penetapan zona untuk desa dan pemberlakuan masing-masing zona saat ini masih dimatangkan. Sampai kini ada 10 desa ditetapkan masuk zona merah.

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti PPKM berbasis mikro, terangnya, semua desa wajib membuat Posko Pencegahan Covid-19. “Posko yang telah ada sebelumnya, sesuai instruksi pimpinan, harus diaktifkan lagi. Rekomendasi masing-masing posko berdasarkan atas zona desa yang ditetapkan,” jelasnya.

Untuk desa dengan zona hijau atau tidak ada kasus tujuh hari ke belakang, tiap dusun melakukan survei dan pengawasan berkala. Zona kuning dengan jumlah kasus 1-5 orang, skenario pengendaliannya adalah dengan menemukan kasus suspek, melacak kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat. Sementara untuk penetapan zona oranye dengan 6-10 kasus per dusun.

Baca juga :  Dukung KPU Sukseskan Pilwali, Kominfos Denpasar Gunakan Platform Media yang Dimiliki

“Dusun itu direkomendasikan melakukan tindakan sesuai SOP, penelusuran kontak erat, pengawasan suspek, pasien positif dilakukan pengawasan ketat, penutupan rumah ibadah, tempat bermain dan tempat umum lainnya. Kecuali sektor esensial seperti rumah makan dan perbankan,” sambungnya.

Khusus untuk zona merah, lanjut Dirgayusa, kasusnya sudah lebih dari 10 orang per dusun. Skenario pengendaliannya sama dengan zona oranye. Tambahannya, untuk zona merah dilarang ada kerumunan lebih dari tiga orang. Membatasi keluar-masuk wilayah dusun, maksimal hingga pukul 20.00 dan terakhir meniadakan kegiatan sosial masyarakat yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.

“Kami berharap masyarakat mendukung dengan tetap disiplin menerapkan prokes demi kebaikan kita bersama,” pintanya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.