KONI Pusat Gelar Sosialisasi Sistem Kualifikasi PON 2024

ILUSTRASI - Belasan atlet panahan putra membidik sasaran pada babak kualifikasi panahan 30 meter nasional putra PON Papua di Lapangan Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (7/10/2021). foto: dok

JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) menggelar sistem kualifikasi PON XXI/2024 di Aceh – Sumatera Utara (Sumut) di Jakarta, Senin (7/11/2022).

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan KONI Pusat bersama seluruh cabang olahraga peserta PON XXI/2024 yang digelar pada 24-25 Oktober 2022, membahas “Penyusunan Pedoman Sistem Kualifikasi Cabor PON XXI/2024 Aceh-Sumut” yang bertujuan untuk kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kualifikasi.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan Penyusunan Pedoman Sistem Kualifikasi adalah yang pertama kali, karena perlunya atensi lebih untuk pra-kualifikasi, dan kualifikasi. PON XXI/2024 Aceh-Sumut merupakan PON Pertama yang diselenggarakan di dua provinsi,” ujar Sekretaris Jenderal KONI Pusat Tb.Lukman Djajadikusuma dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/11/2022).

“Oleh karenanya, harus ada langkah antisipasi dengan persiapan yang lebih matang dari sebelumnya, antara lain dengan pemantapan standarisasi dalam hal perencanaan dan pedoman kegiatan sejak dini,” tambahnya.

Sekjen KONI Pusat berharap pelaksanaan rangkaian kualifikasi dan PON mendatang dapat terselenggara lebih baik, terpadu, lancar dan terarah.

“Sejak kualifikasi, kualitas pertandingan harus baik dengan merujuk Technical Hand Book (THB) sebagai pedoman lengkap. KONI Pusat berharap suksesnya PON, diawali dengan kualifikasi yang sukses. Saya berharap KONI Provinsi memahami serta memedomani sistem yang sudah disiapkan sehingga dapat mempersiapkan atlet dengan lebih matang,” kata Ade Lukman.

Ketua Bidang (Kabid) Sports Science KONI Pusat Lilik Sudarwati memberikan sosialisasi program pendampingan bidang sports science dan IPTEK KONI Pusat.

Menurutnya, dalam menyiapkan atlet, sports science harus diterapkan dengan maksimal. Dia menekankan bahwa penting untuk memahami kondisi atlet sejak awal. “Yang pertama kali kita lakukan, kita screening atlet dengan detail,” ujar Lilik.

Dia menambahkan untuk mendukung atlet dibutuhkan beberapa aspek, mulai dari kebugaran hingga psikologis. Meskipun, dia mengakui, bahwa beberapa tes yang diperlukan cukup mahal. “Untuk menjadi juara itu memang mahal,” ucap Lilik, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Lebih lanjut, Lilik mengatakan atlet adalah aset bangsa, sehingga harus mendapatkan dukungan terbaik. “Jangan sampai, gizi tidak mencukupi namun beban latihan tinggi. Itu dapat berdampak pada kesehatan atlet dan tentu efeknya kepada performa ketika berlaga,” pungkas Lilik. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses