KMPB Dusun Bonyoh Latih Diri Hadapi Ancaman Erupsi Gunung Agung

PELAKSANAAN simulasi menghadapi ancaman erupsi Gunung Agung yang dilakukan KMPB Dusun Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali. foto: ist

KARANGASEM – Sadar berada di kawasan rawan bencana, Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana (KMPB) Dusun Bonyoh Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali, melakukan kegiatan simulasi evakuasi mandiri untuk melatih diri menghadapi ancaman erupsi Gunung Agung.

Kegiatan yang dilakukan pada Kamis (13/10/2022) dipusatkan di Banjar Adat Perasan, Dusun Bonyoh dengan melibatkan sekitar 300 orang warga masyarakat termasuk anak-anak sekolah. KMPD Dusun Bonyoh merupakan dampingan dari Yayasan BAWA yang juga didukung IFAW.

Read More

Pelaksanaan simulasi ini merupakan bagian dari komponen Program Pengurangan Risiko dan Tanggap Bencana yang telah dilakukan sejak tahun 2019 di dua dusun yang masuk ke dalam kawasan rawan bencana Gunung Agung, kedua dusun tersebut adalah Dusun Bonyoh dan Dusun Bunga, Desa Ban, Kecamatan Kubu.

Saat ini, kedua dusun ini telah memiliki Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana atau biasa disebut KMPB, dimana kelompok ini telah menjalankan fungsi-fungsi penanggulangan dan pengurangan risiko bencana seperti pembuatan peta risiko dan peta evakuasi.

Selain itu, juga menjalankan fungsi peningkatan kapasitas melalui pelatihan-pelatihan, penanaman pohon untuk penyelamatan lingkungan dan pakan ternak, penyusunan dokumen rencana tanggap darurat bencana.

Dalam pelaksanaan evakuasi mandiri, masyarakat yang tergabung dalam KMPB Dusun Bonyoh secara aktif melakukan respon terhadap kejadian-kejadian yang menjadi skenario situasi bencana erupsi Gunung Agung yang pernah mereka alami pada tahun 2017.

Masyarakat setempat menyiapkan mekanisme peringatan dini secara sederhana, sistem komunikasi kedaruratan, strategi evakuasi baik untuk manusia dan hewan, manajemen pengungsian, pengaturan logistik, penyusunan menu makanan bergizi dalam situasi darurat, teknik penyelamatan dan pertolongan korban serta proses administrasi dan dokumentasi yang memastikan transparansi dan akuntabilitas tindakan tanggap darurat yang dilakukan.

Simulasi evakuasi mandiri yang dilakukan oleh KMPB Dusun Bonyoh ini merupakan simulasi pertama kali yang dilakukan dengan melibatkan hewan ternak dan peliharaan, dalam simulasi dilakukan pengujian prosedur evakuasi ternak yang telah disusun oleh masyarakat.

PELAKSANAAN simulasi menghadapi ancaman erupsi Gunung Agung untuk pertama kali melibatkan hewan ternak yang dilakukan KMPB Dusun Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem Bali. foto: ist

Dalam simulasi, KMPB Dusun Bonyoh menggunakan sapi, kambing serta anjing yang menjadi komponen penting yang terkait dengan asset masyarakat. Evakuasi ternak dan hewan peliharaan dilakukan pada saat Gunung dalam status siaga (level III), dimana evakuasi dilakukan oleh pemilik ternak didampingi oleh KMPB.

Simulasi yang diikuti sekitar 300 orang ini juga melibatkan murid sekolah SDN 2 Ban dan SMPN 2 Ban. Selain warga masyarakat, simulasi ini juga didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem yang menurunkan tim reaksi cepat untuk membantu KMPB dalam membangun tenda pengungsian serta membantu proses evakuasi masyarakat.

Simulasi juga dipantau Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang diwakili Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Kebencanaan Pertanian, Sekretaris Camat Kubu, Pemerintah Desa Ban, Babinsa Desa Ban, Perwakilan dari IFAW dan Yayasan BAWA.

“Kegiatan simulasi ini dimaksudkan untuk menguji prosedur tetap tanggap darurat yang sudah disusun KMPB Dusun Bonyoh, dimana untuk kali pertama menggunakan komponen ternak dan hewan peliharaan dalam proses evakuasinya,” jelas Ade Andreawan dari Yayasan BAWA saat ditemui usai kegiatan simulasi.

Kegiatan ini, lanjut Ade, merupakan bentuk koordinasi, komunikasi dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, lembaga non-pemerintah dan elemen lainnya yang menjadi cerminan dari konsep pentahelix yang diusung BNPB secara nasional.

Setelah simulasi ini dilakukan, diharapkan Ade, ada tindak lanjut untuk mengevaluasi prosesdur tetap yang telah dibuat termasuk bagaimana strategi komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif dalat dilakukan. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.