POSMERDEKA.COM, BULELENG – Peristiwa kebakaran di sebuah kos di Jalan Dukuh Sari Gang Banteng Blok I Nomor 3, Kelurahan Sesetan, Kota Denpasar, Bali, pada Senin (6/5/2024) malam menoreh kisah pilu. Bagaimana tidak, musibah kebakaran itu, menyebabkan meninggalnya satu keluarga yang terpanggang; terdiri dari ayah, ibu dan satu anak yang masih balita.
Korban diketahui bernama Made Ari Sanjaya (29), istri Nopik Mertasari (26), dan anaknya, Putu Gede Agus masih berusia 2 tahun. Ari Sanjaya merupakan warga asal Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Ari Sanjaya merantau ke Denpasar untuk bekerja sebagai pegawai pengalengan ikan.
Suasana duka menyelimuti keluarga Ari Sanjaya. Sejumlah anggota keluarga dan tetangga nampak berkumpul di rumah duka pada Selasa (7/5/2024) siang. Mereka juga mempersiapkan kedatangan jenazah Ari Sanjaya di rumah duka di Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.
Adik Ari Sanjaya, Nyoman Yogi Mahendra, tak kuasa menahan kesedihan, dia meneteskan air mata sembari memegang foto pernikahan kakaknya. Dia tak kuasa menahan tangis karena kehilangan kakak kandung, ipar dan keponakannya sekaligus.
Padahal tiga hari lalu, ia masih sempat berkomunikasi dengan sang kakak untuk sekadar berbagai kabar keluarga. ‘’Kakak saya baru menikah dua tahun. Kami tidak menyangka atas kejadian yang menimpa kakak saya,’’ ujar Yogi dengan suara lirih.
Ari Sanjaya menikahi istrinya, Nopik Mertasari pada tahun 2022 lalu dan dikaruniai seorang putra yang seharusnya berusia 2 tahun pada Juni ini. Ari Sanjaya selama ini diakuinya menjadi tulang punggung keluarga dan merantau sejak lulus sekolah. ‘’Kakak saya bekerja di perusahaan pengalengan ikan di wilayah Tanjung Benoa. Kalau ipar saya berjualan online,’’ imbuh Yogi.
Jenazah Ari Sanjaya serta istri dan anaknya masih disemayamkan di RSUP Prof Ngoerah Kota Denpasar, belum dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga masih mengurus proses serah terima jenazah dengan pihak kepolisian. Untuk upacara penguburan ketiganya di Setra Desa Adat Desa Bontihing, pada Jumat (10/5/2024).
Perbekel Bontihing, I Gede Parwata, mengaku menerima informasi kejadian yang menimpa warganya pada Selasa (7/5/2024) dini hari. Parwata menyebut, keluarga korban memang masuk dalam keluarga tidak mampu. Keluarga Sanjaya pun masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pada saat pemulangan jenazah dari RSUP Prof Ngoerah Denpasar, sempat terkendala biaya untuk sewa ambulans. Pemulangan ketiga jenazah korban kebakaran itu, membutuhkan biaya Rp5 juta. “Awalnya sewa ambulans Rp5 juta, setelah koordinasi dengan Dinas Sosial akhirnya dibantu dengan ambulans milik Yayasan,” jelas Parwata.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, membenarkan peristiwa kebakaran sebuah kos di di Jalan Dukuh Sari Gang Banteng Blok I Nomor 3, Kelurahan Sesetan, Kota Denpasar, Bali. Kebakaran itu mengakibatkan tiga orang penghuni kos tersebut tewas terpanggang. “Benar, dari kebakaran itu ada tiga orang yang terpanggang,” kata Tirana, Selasa (7/5/2024).
Tirana mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi pada Senin (6/5/2024) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Ketiga korban yang terpanggang merupakan satu keluarga, terdiri dari suami-istri bernama Made Ari Sanjaya dan Nopik Mertasari serta anak balita mereka bernama Putu Gede Agus. edy
























