POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Pemanjat tebing nomor speed putra Indonesia, Kiromal Katibin, berhasil menjuarai Piala Dunia Panjat Tebing atau International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup Denver 2025 yang diselenggarakan di Colorado, Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data IFSC yang dikutip, Senin, Kiromal berhak menjadi juara sekaligus merebut medali emas karena mencatatkan waktu terbaik 4,83 detik, saat menjalani kualifikasi di hari sebelum kompetisi dihentikan akibat faktor cuaca.
Oleh sebab itu, penyelenggara memutuskan hasil terakhir dari babak kualifikasi sebagai dasar penentuan peringkat juara dan catatan waktu Kiromal yang teratas membuatnya berhak merengkuh gelar juara.
Prestasi emas Kiromal disambut gembira Ketua Umum (Ketum) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid. Ia menilai atlet-atlet panjat tebing Tanah Air telah masuk ke dalam jajaran elite dunia alias mampu bersaing dan menjadi juara di panggung dunia.
Menurut dia, keberhasilan Kiromal Katibin menjuarai IFSC World Cup Denver 2025, di Colorado, Amerika Serikat (AS), pada Senin waktu Indonenesia, semakin membuktikan bahwa atlet Indonesia masuk ke dalam menu utama yang berpotensi merebut medali di setiap turnamen.
“Prestasi itu membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing dan menjadi juara di panggung dunia dan menyiapkan ini bukan hanya kemenangan Kiromal, tetapi kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” kata Yenny dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Ia mengapresiasi keberhasilan atlet asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tersebut yang sudah mengharumkan nama bangsa dan negara. Prestasi membanggakan itu juga menegaskan bahwa FPTI akan terus berkomitmen untuk membina atlet-atlet muda dan memperluas dominasi Indonesia di cabang panjat tebing dunia, terutama dalam persiapan menuju Olimpiade 2028.
Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia Ical Umarella menyatakan rasa syukur dan bangga atas pencapaian atlet berumur 24 tahun itu. “Konsistensi serta fokus jadi kunci utama kemenangan Kiromal hari ini, meski kondisi cuaca memaksa final dibatalkan, dia sudah menunjukkan performa terbaiknya di saat yang krusial dan itu adalah buah dari latihan keras dan kerja tim yang luar biasa,” ujar dia.
Sementara Pelatih tim panjat tebing Indonesia Hendra Basir menyebut keberhasilan Kiromal Katibin merebut medali emas IFSC World Cup Denver 2025, berdampak positif untuk tim.
Menurut dia, prestasi di Colorado, Amerika Serikat (AS), itu bisa membantu Indonesia guna mendapatkan jatah atau kuota untuk mengikuti turnamen serupa ke depannya. “Jadi dengan memberangkatkan Alfian Muhammad Fajri dan Kiromal ke Denver, targetnya tetap mengamankan peringkat berjalan supaya di tahun berikutnya slot tim yang akan berkompetisi bisa bertambah,” kata Hendra, Senin (2/6/2025).
Ia menjelaskan, pada tahun ini sejumlah atlet di tim panjat tebing Tanah Air, khususnya nomor speed sejatinya sedang dalam masa pemulihan (recovery), setelah melewati rangkaian panjang turnamen sepanjang 2024 dan juga tahun-tahun sebelumnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sejumlah atlet andalan seperti Veddriq Leonardo, Rajiah Sallsabillah, dan Desak Made Rita, sedang dalam kondisi yang kurang prima untuk bersaing dengan intensitas pertandingan yang tinggi.
Oleh sebab itu, prestasi Kiromal yang sedang onfire atau bersemangat, sangat bagus untuk menjaga peluang keikutsertaan atlet Indonesia di kancah internasional.
“Seperti yang sering saya sampaikan bahwa tahun ini adalah tahun cooling down-nya tim speed setelah 3 tahun dengan intensitas yg sangat kompetitif,” ujar dia.
Keberhasilan Kiromal membuat Indonesia tetap konsisten untuk naik podium dalam tiga seri Piala Dunia yang diselenggarakan oleh IFSC. Sebelum merengkuh emas di IFSC World Cup Denver, Kiromal yang berumur 24 tahun juga merebut perunggu dalam seri di Wujiang (China) dan Bali (Indonesia).
Pada IFSC di Denver, atlet asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, itu mencatatkan waktu 4,83 detik guna mengalahkan dua pemanjat tebing yuan rumah, yakni Zach Hammer dan Samuel Watson.
Hammer membukukan waktu terbaik dari dua kesempatan memanjat, yaitu 4,88 detik. Sedangkan Watson mencetak 4,89 detik. Keunggulan 0,05 detik itu membuktikan bahwa Kiromal selalu tampil konsisten dengan catatan waktu di bawah 5 detik.
Selain Kiromal, atlet Indonesia lainnya yaitu Alfian Muhammad Fajri juga ikut dalam Piala Dunia seri Denver. Namun, Alfian hanya bisa menempati posisi ke-24 dari total 51 peserta kualifikasi. Dia mencatatkan waktu terbaik 5,309 detik, sehingga tidak bisa melaju ke babak berikutnya atau 16 besar. yes
























