Kini Pasien Positif Covid-19 di Bali masih Dirawat Tersisa 5,01%, Bangli Paling Sedikit

  • Whatsapp

DENPASAR – Secara berangsur-angsur, pasien positif covid-19 Bali yang masih dalam perawatan terus berkurang setiap harinya. Terkini Jumat (6/11/2020), tersisa 5,01% atau 607 orang dari jumlah kasus kumulatif sebanyak 12.113 orang sejak Bali terpapar virus mematikan itu, sekitar Maret 2020 lalu.

Hanya, jangan sampai kabar baik ini membuat masyarakat lengah. Sebab pada kenyataannya, virus covid-19 ini masih gentayangan di bumi Seribu Pura ini yang siap mengincar setiap momen kelengahan kita.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana dari data harian yang disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Jumat (6/11/2020), terdapat penambahan 74 orang terkonfirmasi positif baru di seluruh Bali dengan rincian 71 melalui transmisi lokal (TL), 1 PPLN (pelaku perjalanan luar negeri) dan 2 PPDN (pelaku perjalanan dalam negeri). Itu artinya ada peningkatan 14 orang dari hari sebelumnya Kamis (5/11/2020) sebanyak 60 orang.

Kabupaten Badung menjadi penyumbang terbanyak 19 orang, disusul Denpasar (15), Gianyar (15), Tabanan (6), Klungkung (5), Karangasem (4), Buleleng (3), Jembrana (3), Bangli (2) dan domisi lain (2).

”Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 12.113 orang (12.084 WNI dan 29 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 11.702 kasus,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Jumat (6/11/2020).

Baca juga :  Golkar Dorong Mitra Koalisi Sejalur, Percayakan Demokrat Disiplinkan Kader di Badung

Di sisi lain, jumlah pasien sembuh justru mengalami penurunan 21 orang dari sehari sebelumnya Kamis (5/11/2020) sebanyak 102, menjadi 81 orang. Untungnya masih lebih banyak 7 orang dari tambahan kasus positif baru, sehingga berdampak pada pengurangan terhadap pasien dalam perawatan.

Kembali Kota Denpasar dan Badung bersaing mencatat pasien terbanyak sembuh, masing-masing 18 orang. Disusul Gianyar (15), Tabanan (10), Jembrana (9), Buleleng (6), Klungkung (2), Karangasem, Bangli dan domisisi lain masing-masing 1 orang. ”Jadi, total pasien sembuh di Bali, kini berjumlah 11.107 orang (91,68%) dengan rincian 11.081 WNI dan 26 WNA).

Rentin juga menyampaikan kabar duka, dimana kembali ada tambahan 3 pasien meninggal dunia yang merupakan warga Klungkung, Karangasem dan Tabanan masing-masing 1 orang. ”Jadi, pasien positif covid-19 yang meninggal dunia di Bali berjumlah 399 orang (3,29%) dengan rincian 396 WNI dan 3 WNA,” imbuh Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu.

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali berkurang lagi 10 orang, menjadi 607 orang WNI (5,01%) yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Dari 607 pasien yang dirawat tersebut, Kabupaten Bangli paling sedikit jumlahnya, hanya 7 orang. Sementara Badung masih yang terbanyak 156 orang, disusul Denpasar (144), Gianyar (132), Tabanan (43), Buleleng (38), Karangasem (38), Klungkung (31) dan Jembrana 13 orang.

Baca juga :  Permohonan Pembuatan Paspor Menurun Drastis

Meski pasien covid-19 dalam perawatan semakin menurun seiring terus meningkatnya yang sembuh, Rentin selalu mengingatkan masyarakat Bali tetap waspada dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan. ”Tetaplah waspada dan patuhi protokol kesehatan dimanapun kita berada. Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita,” ujarnya.

Ia juga kembali menegaskan, bahwa pengendalian dan pencegahan covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. ”Untuk itu, mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada,” tandasnya.

Rentin juga mengingatkan pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker kapanpun & dimanapun terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.

Dikatakan, pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

”Untuk itu, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan penuh disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” ajak Made Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.