Kembangkan Obat Tradisional, Staf Ahli se-Bali Kunjungi Denpasar

  • Whatsapp
STAF Ahli Kepala Daerah se-Bali, saat pertemuan di ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar, Selasa (22/6/2021). foto: ist

DENPASAR – Dalam rangka persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda II) dengan tema “Fasilitas Pembentukan Kelembagaan Penghubung Petani Obat dengan Pengusaha Obat”, Kota Denpasar mendapat kunjungan kerja para Staf Ahli Kepala Daerah se-Bali, Selasa (22/6/2021). Mereka diterima di ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar.

Kunjungan kerja para Staf Ahli se-Bali ini diterima Dewa Nyoman Sudarsana (Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM), I Ketut Mardika (Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Hukum), Anak Agung Ngurah Bagus Airawata (Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian dan Kepala OPD terkait). Hadir juga Kelompok Tani dan Pengusaha Obat.

Bacaan Lainnya

Staf Ahli Gubenur Bidang Pemukiman dan Sarana Prasarana Wilayah, I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan staf ahli se-Bali ke Denpasar merupakan persiapan Rakorda II yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jembrana. Pada RAKORDA II akan dilaksanakan pameran untuk menampilkan produk-produk yang diproduksi pengusaha lokal Bali, seperti kelompok tani dan pengusaha obat tradisional Bali

Dewa Putu Eka menambahkan kedepannya staf ahli Provinsi Bali, akan menyediakan platform atau aplikasi online yang menjadi penghubung antara penjual tanaman obat dan pembeli tanaman obat. Aplikasi yang akan digunakan adalah BMC (Bali Media Center), sebagai penghubung pengusaha dan petani untuk mencari dan menjual bahan baku.

Baca juga :  Peringati Hari AIDS Sedunia, KPA Denpasar Bagikan Bunga, Akhiri HIV/AIDS Perlu Upaya Semua Pihak

Staf Ahli Gubenur Bidang Perekonomian, Luh Ayu Aryani mengatakan, Gubernur Bali mempunyai program Balinese Tradisional Medicine. Program ini bertujuan mengembangkan obat-obat tradisional yang ada di Bali sehingga bisa terkenal di seluruh dunia.

Untuk mewujudkan program tersebut, Pemerintah Provinsi Bali akan melakukan pameran saat Rakorda II. Dengan adanya pameran ini, para petani dapat mempromosikan produk-produk obat tradisional yang dihasilkan. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan Balinese Tradisional Medicine dapat terwujud.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Kota Denpasar, I Ketut Mardika menyampaikan, kunjungan Staf Ahli k ini menjadi angin segar bagi UMKM dan petani serta pengusaha obat tradisional. Menurutnya, produk obat tradisional dapat menjadi daya tarik wisatawan di tengah pandemi, sekaligus menjadi harapan baru bagi UMKM.

Sementara Dewa Nyoman Sudarsana, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM menyampaikan di era ini, digitalisasi merupakan hal wajib dilakukan. Adanya platform yang akan menghubungkan para penjual dan pembeli obat tradisional akan mempermudah laju distribusi. Hal ini tentu akan mengurangi adanya “tengkulak”, sehingga kesejahteraan petani akan meningkat seiring dengan nilai jual lebih tinggi.

Salah satu perwakilan dari petani, Jung Kumis menyampaikan perlu adanya edukasi terhadap konsumen terkait obat tradisional. Perlu disampaikan bahwa obat tradisional menggunakan bahan-bahan organik sehingga jika dari harga sedikit lebih mahal, diperlukan juga edukasi pasar. ”Dengan adanya pameran ini tentu akan meningkatkan jangkauan pasar kami,” ungkapnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.