Kembali Wasit Liga 3 Bali Jadi Sorotan, ”Minta Maaf Kepada Pemain yang Dihukum Kartu Merah”

PELATIH Kepala Perseden, Made Pasek Alit (kanan) memberi arahan kepada pemainnya saat uji coba melawan skuad Bali United U-19, di Lapangan Sidakarya. foto: ist

MANGUPURA – Setelah PS Jembrana, kini giliran Perseden Denpasar mengeluhkan kualitas kepemimpin wasit-wasit yang ditugaskan Asprov PSSI Bali memimpin pertandingan Liga 3 Rayon Bali 2022.

Sebelumnya Ketua Askab PSSI Jembrana Ketut Tulis menyoroti kepemimpinan Wasit Aquarius J Gabur dari Denpasar saat PS Jembrana bermain imbang 1-1 dengan Putra Angkasa Kapal pada penyisihan Grup B. Menurut dia, PS Jembrana banyak dirugikan kepemimpinan wasit yang sangat berat sebelah.

Bacaan Lainnya

”Jika wasit bisa memimpin dengan baik, seharusnya kami bisa menang. Ada sejumlah pelanggaran pemain lawan di kotak daerah terlarang, dibiarkan wasit. Setidaknya, kami bisa mendapat dua penalti pada laga itu,” keluh Ketut Tulis dengan nada kecewa.

Terkini, Pelatih Kepala Perseden Denpasar Made Pasek Alit (MPA) mengaku kecewa dengan kepemimpinan Wasit Gede Gangga Argi Putra dari Buleleng. Kebetulan obyeknya sama, Putra Angkasa lagi yang kini ditahan Perseden pada laga pembuka Grup Y babak 6 besar.

Apakah setiap Putra Angkasa bermain selalu ”diuntungkan” wasit. Lantas, apakah tim-tim yang tidak mengusung target juara harus ”disingkirkan” dengan cara-cara kontroversial. Kebetulan juga PS Jembrana dan Perseden tidak mengusung target apa-apa pada Liga 3 Bali tahun ini, padahal pada Liga 3 Bali edisi sebelumnya (2021) kedua tim ini merupakan wakil zone Bali ke putaran nasional.

Yang bikin geli, kata Pasek Alit, Wasit Gede Gangga sampai minta maaf kepada pemain Putra Angkasa Made Antha Wijaya alias Mucin yang dihukum kartu merah. ”Saya dengar, masa wasit sampai minta maaf kepada pemain yang dihukum kartu merah, karena terlalu kelihatan memukul,” tuturnya usai laga Perseden kontra Putra Angkasa, Selasa (6/9/2022).

”Kalau sudah melanggar, wasit tinggal ambil keputusan sesuai aturan, tak perlu minta maaf lagi. Intinya, saya juga sangat kecewa kualitas wasit, apalagi ini sudah masuk babak 6 besar,” tegas Paek Alit.

Pasek Alit juga menyoroti keputusan wasit memberi kartu kuning kepada pemainnya yang kena pukul yakni Ketut Ukir Candra Wijaya. Saat dipukul, dia (Candra) tidak bereaksi apa-apa bahkan terjatuh, tetapi malah diberi kartu kuning.

”Pun soal kartu kuning kedua yang diterima Candra yang berbuntutkartu merah. Saya lihat wasit terprovokasi pemain Putra Angkasa, akhirnya dengan mudahnya ngeluarin kartu kuning kedua, padahal Candra tidak melakukan pelanggaran berat,” sebut Pasek Alit.

Selain itu, cukup banyak lagi keputusan wasit yang merugikan timnya. ”Setidaknya ada dua kejadian di kotak penalti, sudah nyata-nyata pemain kami dilanggar di daerah 16 besar, malah ditarik dan disebutkan tepat digaris sehingga lawan tak dihukum penalti,” beber Pasek Alit.

Memang, Perseden tidak akan melakukan protes resmi ke panitia atau komisi wasit Asprov PSSI Bali. Pihaknya juga tak mempermasalahkan hasil imbang tersebut, apalagi Perseden tidak mengusung target apa-apa. Hanya, dirinya mengharapkan ke depannya, wasit yang ditugaskan harus lebih berkualitas.

”Para pemain kami semuanya kelahiran 2002 yang dipersiapkan untuk skuad Denpasar menghadapi Porprov 2022. Mereka itu aset dan punya potensi membela Bali pada pra-PON. Seyogyanya, talenta-talenta muda itu harus dijaga bahkan dilindungi seluruh perangkat pertandingan, termasuk para wasit,” pungkas Pasek Alit. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses