Kejari Periksa Pejabat di Buleleng Terkait Dana PEN Pariwisata

  • Whatsapp
KASI Intel Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara. Foto: ist
KASI Intel Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara. Foto: ist

BULELENG – Bantuan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata yang dikucurkan pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 di Buleleng, Bali diduga diselewengkan. Diduga ada pemotongan bantuan dana hibah PEN tersebut. Kasusnya kini masih didalami Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Dari informasi yang diterima, sudah ada sebanyak 10 pejabat di lingkup Pemkab Buleleng dipanggil pihak kejaksaan untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyelewengan penggunaan dana hibah PEN pariwasata. Beberapa diantaranya, sudah mengakui perbuatannya telah melakukan penyimpangan penggunaan dana hibah PEN.

Bacaan Lainnya

Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara, tak menampik jika 10 pejabat di lingkup Pemkab Buleleng telah diperiksa. ‘’Masih dalam pulbaket dan pengumpulan data, untuk menelusuri ada dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana hibah PEN Pariwisata,’’ kata Jayalantara, Senin (25/1/2021).

Jayalantara mengaskan, dugaan penyimpangan bantuan hibah pemerintah ini bermodus mark-up atau pembuatan SPJ fiktif. Menurut Jayalantara, penyaluran dana hibah di sektor pariwisata untuk bantuan hotel maupun restoran tidak ditemukan adanya persoalan.

Dana hibah PEN pariwisata yang dialokasikan untuk bantuan hotel dan restaurant sebesar 70 persen dan sisanya 30 persen untuk biaya operasional. Penyaluran dana hibah PEN pariwisata sebesar Rp7 miliar dan itu sudah terserap dengan baik. Bahkan ada sisa sebesar Rp2 miliar telah dikembalikan ke kas negara.

Baca juga :  PSSI Serahkan Sistem Kompetisi ke PT LIB

‘’Yang disalurkan ke hotel sekitar 70 persen, itu tidak ada temuan. Tapi dana untuk operasional sebesar 30 persen dari total dana hibah PEN pariwisata Buleleng itu terindikasi diselewengkan. Inilah dipemakaian dana operasional, terindikasi ada masalah,’’ jelas Jayalantara.

Dana yang diduga diselewengkan itu, mestinya digunakan mendanai kegiatan Bimtek, eksplorasi potensi pariwisata serta perbaikan sarana dan prasarana tempat wisata yang ada di Buleleng. ‘’Keterangan yang diberikan 10 orang itu, memang ada indikasi kuat penyelewengan penggunaan dana,’’ pungkas Jayalantara. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.