BANGLI – Mahalnya harga kedelai dan kacang hijau di pasaran sejak beberapa pekan terakhir sangat dikeluhkan oleh para pembuat tauge di Bangli. Pasalnya akibat kenaikan harga yang terjadi mereka terpaksa harus menaikan harga jual tauge sehingga minat pembeli menurun.
Seperti yang dialami I Gusti Nyoman Kardin pembuat tauge di Kelurahan Bebalang, Bangli. Dirinya mengaku dampak kenaikan harga kedelai dan kacang hijau yang signifikan sangat berdampak bagi usaha yang mereka lakoni.
‘’Sangat mahal sekarang, dulunya harga kedelai hanya Rp7 ribu, sekarang melambung menjadi Rp17 ribu per kilo. Kalau kacang hijau sekarang Rp25 ribu per kiloa,” ungkapnya, Selasa (1/3/2022).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan jika untuk menyiasati agar usahanya bisa tetap berjalan di tengah melambungnya harga kedelai, dirinya terpaksa harus menaikan harga tauge produksinya. Dimana kini untuk harga tauge kedelai dijual Rp8 ribu per kilo, sementara tauge kacang hijau dijual Rp7 ribu per kilo.
“Sebelumnya harganya nggak sampai segitu, paling berkisaran lima ribu rupiah per kilonya. Sekarang terpaksa kami naikan karena bahan baku mahal,” jelasnya.
Lanjut Kardin menambahkan kenaikan harga yang terjadi membuat pejualan tauge menjadi menurun drastis dan sepi. Para pembuat tauge berharap agar pemerintah bisa kembali menekan harga kedelai agar usaha mereka kembali normal di tengah pandemi Covid-19.
“Pembeli jelas turun. Kami berharap pemerintah mampu menekan harga kedelai agar kembali normal sehingga aktivitas kami bisa kembali normal,” harapnya. gia
























