Keberhasilan Pengelolaan Sampah Jika di Lingkungannya Nihil Sampah

  • Whatsapp
BUPATI Suwirta meletakkan batu pertama pembangunan TPSTD di Jalan Raya Watu Klotok, Dusun Tojan Klod, Desa Tojan, Minggu (22/8/2021). Foto: ist
BUPATI Suwirta meletakkan batu pertama pembangunan TPSTD di Jalan Raya Watu Klotok, Dusun Tojan Klod, Desa Tojan, Minggu (22/8/2021). Foto: ist

KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, meletakan batu pertama pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Desa (TPSTD)  di Jalan Raya Watu Klotok, Dusun Tojan Klod, Desa Tojan, Minggu (22/8/2021).  Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, mengoptimalisasikan TOSS di Kabupaten Klungkung diperlukan adanya sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, daerah dan peran serta masyarakat.

Sebab, masalah sampah merupakan tanggung jawab kita bersama. Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih, karena respons cepat masyarakat setempat terkait kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan di lingkungannya masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Semoga pembangunan TPS3R / TPSTD ini dapat berjalan dengan baik, dan yang terpenting agar proses pemilahan sampah di desa nantinya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Dia berpesan agar masyarakat dan perangkat desa dinas maupun adat dapat mengelola sampah dengan komitmen dan kesungguhan. Pun dukungan diri sendiri, dan dapat melaksanakan pola memilah sampah dari sumber dengan baik.  Suwirta menambahkan, indikator keberhasilan pengelolaan sampah terlihat bila di lingkungannya tidak terdapat sampah sama sekali, terutama sampah plastik.

Sebelum beroperasi, perangkat desa dan para pekerja yang akan bekerja di TPSTD bisa belajar dulu di TOSS Centre yang ada di Karangdadi, Desa Kusamba. Di sana bisa belajar cara menangani sampah organik dan nonorganik. Sampah nonorganik seperti plastik dan sejenisnya bisa dibersihkan, sehingga memiliki nilai jual, sedangkan sampah organik bisa diolah menjadi pupuk.

Baca juga :  Pengprov KBI Bali Gelar Penataran Pelatih Kick Boxing

Pembangunan fasilitas TPSTD ini tercatat dibangun di tanah seluas 8 are, dengan menggunakan dana Rp245 juta lebih yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2021, dengan sistem pekerjaan swakelola, dan waktu pengerjaan tiga bulan. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.