POSMERDEKA.COM, JEMBRANA –Pemkab Jembrana mencatat penurunan kasus gigitan anjing positif rabies pada tahun 2023. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jembrana menunjukkan adanya penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun 2022 pada periode yang sama. Bahkan, penurunan tersebut mencapai hampir 50 persen.
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jembrana, dr. I Gede Ambara Putra, mengatakan, meskipun jumlah kasus gigitan anjing yang positif rabies menurun, namun masyarakat harus tetap waspada. Karena penularan rabies tidak bisa dianggap sepele, mengingat ada anggapan di masyarakat kalau penularan rabies itu sudah tidak ada lagi.
Terlebih masyarakat tahu pemerintah juga sudah gencar melakukan vaksinasi hewan ke lapangan. “Jangan pernah sepelekan rabies, karena risikonya sangat fatal yakni kematian,” tegas dr. I Gede Ambara Putra, Kamis (8/6/2023).
Lebih lanjut Ambara mengatakan, adanya penurunan kasus rabies ini tidak terlepas dari cakupan vaksinasi rabies pada hewan sudah tinggi. Berkat upaya vaksinasi yang meningkat menunjukkan hasil yang positif. Sehingga kasus baru rabies pada manusia dapat diminimalisasi.
Oleh karena itu, penanganan harus dimulai dari hewan terlebih dahulu. “Ancaman penularan rabies belum hilang, sehingga salah satu upaya adalah mengantisipasi dan mencegah penularannya dengan vaksinasi,” jelasnya.
Dari data Dinas Kesehatan Jembrana, pada tahun 2022, jumlah kasus yang tercatat mencapai 224 kasus. Namun jumlah tersebut menurun di tahun 2023 yakni 123 kasus yang tercatat hingga bulan Mei. Dalam kasus gigitan hewan penular rabies positif selama tahun 2022, empat orang warga Jembrana dikabarkan meninggal dunia dengan dugaan rabies.
Sementara hingga Mei 2023, tercatat dua orang yang meninggal dunia dengan dugaan rabies. “Memang terjadi penurunan hingga 50 persen. Namun, kami tetap berharap waspadalah terhadap penyakit rabies ini,” pungkas Ambara. man























