Kasus Melandai, Bangli Siap Laksanakan PTM 100 Persen, Kantin Tetap Tutup

  • Whatsapp
KADISDIKPORA Bangli, I Nyoman Pariartha. Foto: ist

BANGLI – Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli belakangan ini terus melandai, capaian vakinasi bagi masyarakat Bangli mencapai 80 persen, dan saat ini Bangli berada di Level 2. Berdasarkan kondisi tersebut, Bangli dinilai layak melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Kadisdikpora Bangli, I Nyoman Pariartha, Senin (3/1/2022) membenarkan Kabupaten Bangli memenuhi syarat melaksanakan PTM 100 persen. Namun demikian, sekolah-sekolah harus tetap berpedoman SKB empat menteri.

Bacaan Lainnya

“Kami telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada satuan pendidikan PAUD, SD/sederajat, SMP/sederajat, SKB dan PKBM se-Kabupaten Bangli,” katanya.

SE tersebut, jelasnya, dibuat berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Pun berdasarkan data Kabupaten Bangli berada di PPKM Level II.

“Capaian vaksinasi Covid-19 dosis dua di Bangli pada pendidik dan tenaga kependidikan sudah berada di atas 80 persen, dan dosis dua untuk lansia sudah di atas 50 persen. Karena itu Kabupaten Bangli dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas kategori A dengan kapasitas tatap muka 100 persen,” tegasnya.

Tatap muka kategori A, jelasnya, bisa dimulai pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Tindak lanjut dari itu, satuan pendidikan juga diminta segera melakukan input data secara daring ke sejumlah laman yang ditentukan.

Baca juga :  Di Butus Jalan Penghubung Juga Amblas

Satuan pendidikan juga diwajibkan memasang aplikasi PeduliLindungi. “Selama PTM terbatas kategori A ini, kantin sekolah tetap ditutup. Sementara penerapan prokes di sekolah wajib dilaksanakan secara ketat,” serunya.

Jika terjadi klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan, jelasnya, maka satuan pendidikan diminta menghentikan sementara PTM terbatas untuk dialihkan ke pembelajaran jarak jauh selama 14 hari.

Dalam SE tersebut, imbuhnya, juga diatur PTM bisa dialihkan dengan pembelajaran jarak jauh selama lima hari jika terbukti bukan merupakan klaster penularan di satuan pendidikan. Itu masih ditambah hasil survailans epidemiologis menunjukkan angka positif terkonfirmasi di bawah lima persen.

Lebih lanjut disampaikan, bila terdapat temuan kasus diduga Covid-19, kontak erat dan terkonfirmasi Covid-19, maka kepala satuan pendidikan wajib melapor ke puskesmas atau satuan penanganan Covid setempat. Kondisi itu juga diinformasikan ke Disdikpora Bangli.

Selain itu, sejumlah ketentuan lain juga telah diatur dalam SE tersebut. ‘’Surat edaran ini akan diubah atau disesuaikan bila di kemudian hari ada penyesuaian regulasi atau petunjuk dari pemerintah atasan,’’ pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.