Kafe Kebun Jadi Objek Wisata Alternatif di Penglipuran

PENGUNJUNG Kafe Kebun di Desa Penglipuran, Bangli, tidak hanya menikmati hidangan juga dimanjakan dengan berbagai jenis tanaman hias. Foto: ist
PENGUNJUNG Kafe Kebun di Desa Penglipuran, Bangli, tidak hanya menikmati hidangan juga dimanjakan dengan berbagai jenis tanaman hias. Foto: ist

BANGLI – Berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, Bangli,  tidak hanya disuguhkan rumah adat tradisional saja, namun kini ada tempat alternatif dengan konsep kebun tanaman hias.  Berlokasi sekitar 300 meter dari objek wisata Desa Penglipuran, pengunjung tidak hanya menikmati hidangan juga dimanjakan dengan berbagai jenis tanaman hias. Adalah Kafe Kebun.

Pemilik Kafe Kebun, I Wayan Sukur (51) saat ditemui di lokasi, Sabtu (9/7/2022), menuturkan, berawal dari kegemarannya memelihara tanaman hias. Seiring waktu mulai memproduksi tanaman hias di tegalan miliknya seluas 60 are.

Bacaan Lainnya

Saat awal pengembangan hanya memiliki puluhan jenis tanaman hias. Dua tahun kemudian sudah memiliki 150 jenis tanaman hias, baik lokal maupun luar daerah. ‘’Dari jumlah tersebut sudah dipasarkan ke Gianyar, Denpasar bahkan tanaman yang dihasilkan juga dipasarkan ke hotel,’’ ujarnya.

Disinggung ide mendirikan kafe ini, dia menduku, setelah mendapat saran dari kawan-kawannya yang berkunjung ke kebun. Salah satunya membuat tempat santai untuk ngopi. Sampai saat ini, kafe yang diberi nama Kafe Kebun itu sudah berjalan lima bulan.

Kafe ini mampu nampung kurang lebih 200 orang. Mereka yang dilibatkan untuk ikut mengelola berasal dari keluarga dan kerabat dekat. Alhasil, saat Umanis Galungan hingga Umanis Kuningan, kafe ini kebanjiran pengunjung. Bahkan beberapa intansi terkait baik pemerintah maupun BUMN maupun BUMD, sudah pernah melaksanakan acara di tempat ini, termasuk pejabat daerah.

Sebelumnya juga ada dari SMA PGRI Denpasar juga melaksanakan reuni. Termasuk Sabtu lalu, alumni SMAN 1 Bangli angkatan tahun 1977 melaksanakan reuni di tempat itu.

”Mudah-mudahan bisa terus berkembang sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan lebih banyak lagi. Sementara hanya karyawan kebun secara bergantian untuk melayani, namun tidak mengurangi  standar pelayanan,’’ ujarnya memungkasi. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses