POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali 2026 yang berlangsung Selasa (21/7/2026), terasa sangat istimewa karena dihadiri langsung Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub), I Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta yang juga menjabat Ketua Umum KONI Bali.
Rakerprov sehari yang digelar di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, juga dihadiri Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, jajaran dari 9 KONI kabupaten/kota se-Bali, dan perwakilan pengurus provinsi cabang olahraga (cabor) anggota KONI Bali.
Menariknya orang nomor satu dan dua di Bali saat ini, keduanya kompak memasang target tinggi untuk kontingen Bali, yakni tembus lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagaimana diketahui, Bali memang pernah bertengger di ranking 5 dalam sejarah partisipasinya ikut PON. Tepatnya pada PON XX/2021 di Papua, Bali finish di urutan keima dengan 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu, dibawah kontingen Jabar, DKI, Jatim dan Papua. Prestasi spektakuler itu diraih saat KONI Bali dinahkodai Ketut Suwandi.
Namun sayang di ajang yang sama berikutnya (PON XXI tahun 2024), prestasi di Papua itu turun dua tingkat saat estafet KONI Bali beralih ke tangan IGN. Oka Darmawan. Bali turun dua tingkat ke urutan ketujuh, dibawah Jabar, DKI, Jatim, Jateng dan dua provinsi selaku tuan rumah yakni Sumut dan Aceh.
Kepada sejumlah awak media disela-sela Rakerprov, Giri Prata mengatakan, bahwa KONI Bali menargetkan mampu meraih posisi lima besar PON 2028. Hanya, mantan Bupati Badung dua periode itu, tidak mau target tersebut menjadi beban organisasi olahraga yang dipimpinnya.
“Kami tidak akan pernah berpikir tentang beban berat yang kami pikul. Karena kami ini sudah punya prinsip, KONI Provinsi Bali dan KONI kabupaten/kota sudah siap melangkah bersama membangun olahraga, khususnya di Provinsi Bali,” tegas Giri Prasta.
Menurut Giri Prasta, langkah awal yang akan dilakukan adalah membenahi penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) agar tidak lagi memunculkan persoalan teknis maupun administrasi.
Porprov akan menjadi ajang seleksi atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Bali pada PON 2028.
Untuk mendukung pelaksanaannya, KONI Bali akan membentuk tim kecil yang melibatkan pengurus KONI kabupaten/kota. Tim tersebut bertugas memastikan atlet-atlet Bali, termasuk yang telah berkiprah di level internasional, tetap dapat mengikuti mekanisme pembinaan melalui Porprov.
Menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON yang dijadwalkan berlangsung pada 2027, KONI Bali juga mewajibkan pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) dilakukan secara matang agar atlet siap bersaing.
Giri Prasta mengatakan besaran usulan dana, baru akan disampaikan kepada Gubernur Bali setelah penyusunan program kerja secara rinci oleh tim kecil rampung.
“Kalau berbicara masalah usulan, tentunya kami akan menyampaikan dulu program kerja. Berdasarkan program kerja ini, baru kita bisa menyampaikan usulan,” ujarnya.
Ia juga memastikan seluruh penggunaan dana hibah olahraga akan dikelola secara transparan dan akuntabel. “Seribu rupiah pun anggaran PON ini, akan kami pertanggungjawabkan dengan baik. Karena kami punya prinsip, cara melawan hukum itu gampang, jangan dilanggar,” ungkapnya.
Dalam sambutannya saat membuka Rakerprov, Gubernur Koster mengatakan, dengan jumlah penduduk Bali yang hanya sekitar 4,5 juta jiwa, prestasi olahraganya selama ini patut diapresiasi. Namun, ia minta KONI Bali tidak cepat berpuas diri.
“Kita harus mampu mempertahankan posisi Bali di tujuh besar nasional, bahkan kalau memungkinkan meningkat menjadi lima besar. Untuk itu, petakan cabang olahraga yang memang menjadi kekuatan Bali,” ujarnya.
Menurutnya, Porprov harus menjadi ajang pembinaan yang serius sebagai persiapan menuju PON. “Tunjukkan jiwa patriot untuk mempersembahkan yang terbaik. Saya sangat mendukung olahraga. Meskipun bukan pemain ataupun pengurus, saya pecinta olahraga. Jangan pernah ragu dengan komitmen saya,” kata Koster.
Ia menambahkan, selain dukungan melalui APBD, Pemerintah Provinsi Bali juga akan berupaya mencari sumber pendanaan lain untuk mendukung pembinaan olahraga. “Silakan berembuk. Apa pun hasilnya, saya akan mendukung,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Rakerprov, Maryoto Subekti, mengatakan rapat kerja mengusung tema “Sinergi Berprestasi Bersama Mewujudkan Bali Juara di Pentas Nasional dan Internasional”
Menurutnya, Rakerprov digelar untuk menyampaikan laporan kinerja KONI Bali sekaligus membahas persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
“Peserta Rakerprov terdiri atas 9 KONI kabupaten/kota, 62 pengurus cabang olahraga prestasi, serta lima cabang olahraga fungsional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 pengurus cabang olahraga hadir dalam kegiatan ini,” ungkapnya. yes























