Setop Motoran! SMPN 17 Denpasar Imbau Murid Bersepeda ke Sekolah dan Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah

PERTEMUAN orang tua/wali murid SMPN 17 Denpasar pada Minggu (19/7/2026). Foto: ist
PERTEMUAN orang tua/wali murid SMPN 17 Denpasar pada Minggu (19/7/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMPN 17 Denpasar mengimbau para siswa untuk berjalan kaki atau menggunakan sepeda ke sekolah. Kebijakan ini ditujukan bagi siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah guna mendukung efisiensi energi, menekan polusi, dan membangun gaya hidup yang lebih sehat. Demikian terungkap dalam pertemuan orang tua/wali murid kelas VII dan VIII SMPN 17 Denpasar yang berlangsung pada Minggu (19/7/2026).

Menurut Kepala SMPN 17 Denpasar, Ni Gusti Ayu Oka Ganitri, imbauan bagi siswa yang berjarak dekat dengan sekolah untuk berjalan kaki atau bersepeda guna mendukung efisiensi energi dan mewujudkan Budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan pemerintah. Gerakan ini juga efektif untuk menjaga kebugaran fisik dan membangun kemandirian murid.

Read More

Kebijakan ini juga tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2026, sebagai upaya mendorong penghematan energi sekaligus membentuk karakter murid yang berkelanjutan. Penggunaan moda transportasi seperti berjalan kaki, bersepeda, berbagi tumpangan, hingga transportasi publik (bus sekolah) menjadi bagian dari pembiasaan gaya hidup sehat sejak dini.

“Penggunaan sepeda ke sekolah tidak hanya sebagai alternatif transportasi, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter murid agar lebih mandiri, sehat, dan memiliki kesadaran terhadap lingkungan,” ujarnya.

Mulai tahun ajaran 2026/2027 ini, pihak sekolah juga memberlakukan pembatasan penggunaan gawai di sekolah yang bertujuan untuk mengoptimalkan konsentrasi belajar dan melindungi siswa dari dampak negatif gawai. Kebijakan ini berpedoman pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 yang menekankan bahwa gawai hanya digunakan untuk kepentingan edukatif di bawah pengawasan guru.

‘’Pembatasan itu bukan pelarangan, tetapi bagaimana mereka menggunakan teknologi digital, khususnya gawai, dengan bijak, arif, dan untuk kepentingan edukatif,’’ ujar Oka Ganitri.

Pihaknya juga mengajak orang tua dan wali untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut di lingkungan keluarga. Orang tua didorong membiasakan penggunaan gawai secara bijaksana melalui penerapan prinsip 3S, yaitu screen timescreen zone, dan screen break sesuai usia, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.

Pertemuan perdana orang tua/wali murid kelas VII dan VIII di aula SMPN 17 Denpasar ini dibuka dengan kata sambutan dari Kasek Oka Ganitri. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran para orang tua/wali murid dan kepercayaan yang telah diberikan kepada sekolah sebagai tempat menitipkan dan mendidik putra-putri mereka.

Saat itu disampaikan visi dan misi sekolah, serta profil SMPN 17 Denpasar. Berikutnya, diperkenalkan wakil kepala sekolah, serta wali kelas masing-masing. Selanjutnya dibahas terkait program dan kegiatan sekolah yang meliputi sarana prasarana, kesiswaan, kepegawaian, program akademik, program ekstrakurikuler, serta kegiatan tahunan sekolah.

Pertemuan kemudian membahas kebijakan dan aturan sekolah yang mencakup tata tertib dan disiplin siswa, kebijakan akademik seperti penilaian, serta kebijakan lain yang relevan. “Yang juga penting dalam rapat ini adalah membahas peran orang tua dalam pendidikan, termasuk harapan pihak sekolah terhadap keterlibatan orang tua, cara orang tua bisa mendukung kegiatan belajar anak di rumah, serta program kerja sama antara sekolah dan orang tua,” tutur Oka Ganitri.

Usai pemaparan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara orang tua, komite sekolah dan pimpinan sekolah. Sejumlah penyampaian dan saran dari orang tua kemudian ditanggapi dan ditampung oleh pihak sekolah.

Ketua Komite SMPN 17 Denpasar, I Putu Putra Sasmitha, menekankan bahwa peran serta orang tua melalui Komite Sekolah adalah bentuk partisipasi yang tidak bisa diabaikan. Komite Sekolah menjadi mitra strategis dalam mendukung program-program yang tidak sepenuhnya dapat ditanggung oleh sekolah.

“Dukungan orang tua, baik secara moral maupun materi, sangat berarti untuk kemajuan sekolah,” sebutnya.

Pertemuan ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Pertemuan ini juga sebagai momen untuk memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua demi keberhasilan pendidikan anak-anak. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, SMPN 17 Denpasar menatap masa depan dengan optimisme, meyakini bahwa keberhasilan siswa adalah keberhasilan bersama seluruh komponen sekolah dan keluarga. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.