Jaya-Wibawa “Ramal” Dapat Nomor 1, Amerta Incar Menang di Atas 5 Persen

  • Whatsapp
PASLON Jaya-Wibawa dengan nomor urut 1 dan paslon Amerta dengan nomor urut 2. Foto: Ist
PASLON Jaya-Wibawa dengan nomor urut 1 dan paslon Amerta dengan nomor urut 2. foto: ist

DENPASAR – Dua mobil VW kodok warna merah dan putih datang, lanjut parkir di halaman depan Hotel Inna Bali Natur, Denpasar tempat tahapan pengundian nomor urut Pilkada Denpasar 2020 dijalankan, Kamis (24/9/2020). Di kap depan mobil ditempel stiker besar paket IGN Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa) dengan berisi nomor urut 1. Kedua mobil datang tak lama setelah dipastikan Jaya-Wibawa mendapat nomor urut 1, sedangkan paket Ngurah Ambara Putra-Bagus Kertanegara (Amerta) sebagai penantang nomor urut 1. Sepintas, Jaya-Wibawa seperti sudah “meramal” mendapat nomor urut 1.

Karena Jaya-Wibawa datang duluan pada pukul 09.05, maka Arya Wibawa mendapat kesempatan pertama untuk mengambil nomor undian. Sementara Amerta yang datang pukul 09.50 diwakili Bagus Kertanegara mengambil nomor urut. Karena tahapan ini menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, hanya paslon dan tim dokumentasi serta Bawaslu yang disilakan masuk ruangan. Bahkan media tidak diizinkan meliput ke dalam, tapi bisa mengikuti melalui live streaming di kanal Youtube.

Bacaan Lainnya

Disinggung stiker kampanye berisi nomor urut 1, Jaya Negara dari balik maskernya menampakkan eskpresi tersenyum. Kata dia, nomor 1 itu disebut sebagai bukti kreativitas anak-anak muda yang mendukung Jaya-Wibawa. Meski begitu, dia tidak memungkiri sejak awal memang ingin agar mendapat nomor urut 1.

Baca juga :  Data Sipol “Hantui” Rekrutmen KPPS, Soal Debat Dilarang Dititip di KPU

“Itu model titik berat kreativitas anak muda. Kami tidak sempat memikirkan itu, tapi ternyata sudah ada,” imbuh Arya Wibawa.

Jaya Negara menambahkan, proses pengundian berjalan lancar, dan kedua kandidat menandatangani pakta integritas untuk mewujudkan pilkada aman, damai, dan ramah lingkungan. Dia pun mendaku syukur mendapat nomor urut 1, karena memiliki makna filosofis dalam dengan mengambil falsafah Tri Kaya Parisudha. Falsafah ini terdiri dari manacika (berpikir yang benar), wacika (berkata yang benar), dan kayika (berbuat yang benar).

“Ini bermakna bersatunya antara kata dan perbuatan. Sebagai pemimpin dan pelayan itu antara apa yang dikatakan sesuai dengan dikerjakan,” papar Wakil Wali Kota Denpasar itu.

Tak lupa dia mengajak seluruh komponen masyarakat Denpasar bersatu untuk bergerak secara gotong royong, sinergi, dan menyama braya mewujudkan dua hal. Pertama, mengatasi pandemi Corona; kedua, mewujudkan visi dan misi “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju”.

“Nomornya membawa keberuntungan, kami banyak berdoa saja. Target kemenangan itu terserah publik saja,” tandasnya

Bagi Ngurah Ambara, nomor 1 atau 2 tidak masalah, selama bisa mengantarkan kemenangan menjadi Wali Kota. Angka 2 dimaknai sebagai rwa bhineda, dua hal yang berjalan beriringan, dan seimbang kiri-kanan. Dia pun mengajak masyarakat memilih nomor 2 untuk “Denpasar Berseri dan Smart City Berbudaya Sains”. Angka 2 juga melambangkan victory atau kemenangan.

Menyuarakan pilkada aman, damai, dan ramah lingkungan, Ambara mengingatkan kepatuhan terhadap prokes. Meski mengaku tidak mudah sebagai penantang, dia tetap memasang target menang dengan margin 5 persen. “Kami harap koalisi dan relawan bisa memenangkan, karena Denpasar harus indah mengikuti kemajuan kota lainnya,” lugasnya.

Baca juga :  Cakada PDIP Jangan Salahkan Orang Kalau Kalah, Mega Ingatkan Penjara yang Mainkan APBD

Dimintai tanggapan untuk mengedepankan kampanye secara daring, Ambara menilai tidak masalah. Sebab, jelasnya, dalam ruang kampanye virtual itu bisa menampung 5.000 peserta. Singkat kata, kampanye jadi lebih efektif dan murah.

Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, mengapresiasi para paslon yang menunjukkan impresi positif mewujudkan tidak mengadakan kampanye rapat umum dan konser musik, yang mengumpulkan masa. Dia mengagendakan pembukaan masa kampanye pada 27 September, yang dirangkai peluncuran maskot dan jingle Pilkada Denpasar 2020 secara virtual dengan mengundang paslon, tim kampanye, pimpinan partai politik, dan stake holder. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.