Jadi Calo CPNS, Oknum Polisi di Buleleng Ditangkap

  • Whatsapp
I Wayan Putra Yasa, anggota Polres Buleleng, ditangkap karena menjadi calo kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (PNS). Korban tertipu sebesar Rp350 juta. Foto: rik
I Wayan Putra Yasa, anggota Polres Buleleng, ditangkap karena menjadi calo kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (PNS). Korban tertipu sebesar Rp350 juta. Foto: rik

BULELENG – I Wayan Putra Yasa (48), anggota Polres Buleleng, ditangkap karena menjadi calo kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Korban tertipu sebesar Rp350 juta. Putra Yasa ditangkap bersama satu tersangka lainnya, Made Muliasa (60).

Kasus ini berawal dari laporan korban Ketut Rentika (53) warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, pada 23 September 2020. Rentika mengaku telah ditipu oleh Aiptu Putra Yasa dan Muliasa, dengan iming-iming meloloskan anaknya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013. Karena bujuk rayuan tersangka, korban menyerahkan sejumlah uang yang totalnya mencapai Rp350 juta secara bertahap.

Bacaan Lainnya

‘’Pelaku membujuk korban dengan mengatakan bisa mencarikan PNS dan meyakinkan korban dengan memperlihatkan SK yang sudah Lulus PNS sehingga korban tertarik dan menyerahkan uang sebesar Rp350 juta secara bertahap, namun sampai sekarang korban (anak korban) tidak menjadi PNS,’’ kata Waka Polres Buleleng, Kompol Loduwyk Tapilaha, Jumat (27/11/2020).

Korban mulai curiga tidak kunjung diangkat menjadi PNS, padahal sudah menyerahkan uang sejak tahun 2013 silam. Setoran uang dilakukan bertahap sebanyak tujuh kali hingga terakhir September 2020.

‘’Aksi penipuan ini dilakukan secara bersama-sama kedua tersangka ini, iming-iming menjadikan PNS dengan rentan waktu tahun 2013 sampai tahun 2016. Sekarang kasus ini masih pengembangan, untuk mengungkap kemungkinan ada korban lainnya,’’ jelas Kompol Loduwyk Tapilaha; didampingi Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto.

Baca juga :  Bawaslu Karangasem Ajak Bendesa Tetap Netral

Atas perbuatannya, Putra Yasa dan Muliasa dijerat pasal 378 KUHP junto pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. ‘’Untuk sanksi internal, menunggu putusan dari pengadilan,’’ imbuh AKP Vicky mengakhiri. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.