POSMERDEKA.COM, TABANAN – Seorang ibu rumah tangga (IRT), Ni Luh Sudiasih (35), ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi, di rumah yang ditempatinya di Perum Sandan Sari Blok E No. 26, Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Selasa (20/5/2025).
Menurut tetangga, I Gusti Ngurah Dian Giri Kesuma (35), yang juga anggota Polri, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.30 Wita. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kediri, guna penanganan lebih lanjut.
Sementara Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, mengatakan, pelaku bunuh diri yang beralamat asal dari Banjar Sangambu, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu, diketahui bunuh diri di kamar mandi rumah tersebut dengan menggunakan kain selendang kuning.
Bermula ketika anak kandung Sudiasih, Ni Putu ABT, pulang dari sekolah dan mendapati pintu rumah terkunci. Ketika itu, ABT mendengar ada suara adiknya yang menangis di dalam rumah dan memanggil-manggil ibunya, namun tidak ada jawaban. Hal itu membuat remaja putri tersebut panik, dan kemudian minta tetangganya, yakni saksi I Nyoman Salindra (61) untuk menghubungi ayahnya (suami Sudiasih), I Wayan Wicitra (36), karena khawatir terjadi sesuatu dengan ibu dan adiknya di dalam rumah.
Pada saat Wicitra tiba di rumah, dan tanpa pikir panjang dengan dibantu beberapa warga langsung mendobrak pintu rumah tersebut. Setelah pintu terbuka, mereka mendapati Sudiasih sudah dalam posisi tergantung di pintu ventilasi kamar mandi. Mereka kemudian bergegas memotong selendang warna kuning yang digunakan Sudiasih gantung diri dengan menggunakan pisau dapur.
Belum diketahui tentang motif gantung diri yang dilakukan IRT tersebut. Namun, pihak keluarga duka menyatakan ikhlas menerima kematian Sudiasih sebagai musibah, yang disertai dengan surat pernyataan. Selanjutnya, pihak keluarga duka dari Buleleng berencana akan menyemayamkan jenazah Sudiasih di Banjar Sangambu, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. gap























