Ikuti Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, Jimbaran Rekor Partisipasi Masyarakat Terendah di Badung

KPU Bali dan KPU Badung menetapkan Jimbaran menjadi sasaran program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Penandatanganan nota kesepakatan dilaksanakan di aula kantor Camat Kuta Selatan, Kamis (27/5/2021). Foto: ist
KPU Bali dan KPU Badung menetapkan Jimbaran menjadi sasaran program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Penandatanganan nota kesepakatan dilaksanakan di aula kantor Camat Kuta Selatan, Kamis (27/5/2021). Foto: ist

MANGUPURA – Memiliki jumlah pemilih terbanyak di Kabupaten Badung, tingkat partisipasi pemilih di Kelurahan Jimbaran justru menjadi yang paling rendah saat Pilkada Badung 2020 lalu. Angka partisipasi masyarakat di Jimbaran hanya 54,91 persen, atau di bawah rata-rata nasional yakni 77,4 persen. Karena kondisi itu, KPU  Bali dan KPU  Badung menetapkan Jimbaran menjadi sasaran program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Penandatanganan nota kesepakatan dilaksanakan di aula kantor Camat Kuta Selatan, Kamis (27/5/2021).

Ketua KPU Badung, Wayan Semara Cipta, menyebut dari 62 desa di Badung, partisipasi terendah memang di Jimbaran, meski masih lebih baik dibandingkan lima tahun lalu. Tujuan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini, sebutnya, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada 2024 agar berada di atas 60 persen. Dia menyebut ada tiga kegiatan yang akan dilaksanakan, dengan menunjuk 25 peserta dari warga Jimbaran dengan latar belakang berbeda dan mewakili segmen masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Mereka akan dilatih tiga kali selama tiga bulan dan dinilai, dengan output-nya adalah Deklarasi Duta Desa Peduli Pemilu. Harapannya, menyongsong 2024 mereka secara reguler akan mengunggah di media sosialnya terkait semua tahapan Pemilu,” kata Kayun, sapaan akrabnya.

Rendahnya partisipasi pemilih tersebut dinilai dipengaruhi banyak faktor. Misalnya tingkat urbanisasi tinggi, sehingga proses pendataan lumayan makan waktu. Karena itu, KPU juga bergerak melakukan proses pemutahiran daftar pemilih berkelanjutan (PDPB). Jangan sampai ada pemilih rumahnya di Jimbaran, tapi tidak tinggal di sana, padahal masih ber-KTP Badung.

Melalui Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, kata dia, masyarakat akan diedukasi agar ada rasa tanggung jawab dan peduli terhadap partisipasi pemilu. “Ada sekitar 300-an perumahan di Jimbaran, banyak yang rumahnya ada di sini tapi statusnya dikontrakan. Dia punya KTP Badung tapi tidak ada di tempat itu,” ulasnya.

Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menambahkan, dari 3 kali pemilu, Jimbaran masuk ke dalam 10 besar partisipasi pemilih terendah di Bali. Karena itulah Jimbaran dipilih menjadi lokasi Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, yang merupakan program nasional antara KPU dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT). Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat di beberapa desa atau kelurahan, yang pada saat pemilu lalu masih minim partisipasi pemilihnya di TPS.

“Penandatanganan perjanjian kerjasama antara KPU  Bali dengan Kelurahan Jimbaran ini merupakan tindak lanjut program pusat. Tidak semua provinsi dapat program ini, tapi Bali dapat satu,” cetusnya.

Lidartawan berujar semula menetapkan satu desa Buleleng sebagai lokasi program ini. Namun, karena petunjuk pelaksanannya mengharuskan lokasi program harus dekat dengan KPU Provinsi, maka Jimbaran yang dipilih menjadi poyek percontohan. Jika hasilnya bagus, bisa saja program itu disebarkan ke kabupaten lainnya.

Kegiatan yang diagendakan, ulasnya, berupa sosialisasi, gim, workshop, pendidikan, dan pembentukan agen sosialisasi yang dilatih. Intinya, program ini untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pemilu. Dia berharap pada 3 Juni program ini bisa dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. “Semoga angka partisipasi pemilih di Jimbaran bisa meningkat di atas rata-rata nasional. Minimal di angka rata-rata nasional, yaitu 77,5 persen,” harapnya.

Hal lain yang dicari, imbuhnya, apakah rendahnya partisipasi itu karena rendahnya kepedulian masyarakat, atau proses pendataan di lapangan, atau sebab lain. Dia berujar pada Pemilu 2019 didapati hampir 40 ribu data penduduk yang dicoret KPU, dan dominan di wilayah Kuta Selatan. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses