IB Putu Sudiarta: Tak Mau Ambil Risiko

  • Whatsapp
KEPALA SDN 2 Ubung, IB Putu Sudiarta. Foto: ist
KEPALA SDN 2 Ubung, IB Putu Sudiarta. Foto: ist

DENPASAR – Meski banyak desakan dari orang tua siswa untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM), SDN 2 Ubung tetap melakukan pembelajaran secara daring. Hal itu dilakukan untuk menghindari risiko munculnya klaster baru Covid-19 ketika sekolah dibuka.

‘’Dari berbagai pertemuan atau rapat dengan atasan  di kecamatan, bahwa bagi siapa saja kepala sekolah yang berani melakukan pembelajaran tatap muka /PTM tanpa izin akan ditindak tegas,’’ lugas Kepala SDN 2 Ubung, Drs. IB Putu Sudiarta, S.Pd., M.Si., Senin (1/3/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Gus Sudiarta, ketika muncul klaster baru di sekolah, maka kepala sekolah dan guru harus bertanggung jawab menyediakan tempat isolasi yang terpapar Covid-19 beserta pengobatannya, termasuk mencarikan rumah sakit sendiri. ‘’Saya lebih baik mengikuti arahan dari atasan, menunggu Perwali untuk melaksanakan PTM, daripada menanggung risiko seperti itu,’’ sebutnya.

Gus Sudirta mengutarakan, pembelajaran di masa pandemi Covid -19 yang sudah berlangsung setahun ini memang membuat kita banyak belajar dari situasi ini. Disisi lain, berbagai persiapan sudah dilakukan jika nanti dizinkan melakukan PTM, seperti menyediakan standar prokes yang ketat, wajib pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Bahkan satpam setiap hari melakukan pengecekan suhu dengan thermogun, dan melakukan penyemprotan disinfektan setiap minggunya untuk memutus penyebararan virus Corona.

Baca juga :  Jaga Stabilitas Pangan, Pemkab Badung Bantu Benih Padi dan Bibit Petani

Gus Sudiarta mendaku, selama belajar daring tidak selancar yang dibayangkan, banyak kendala baik di siswa maupun guru. Terutama kendala pada alat komunikasi dari orang tua karena tidak semua anak atau orang tua mempunyai kualitas handphone  yang memadai.

‘’Nah disitulah yang menjadi kendala sekolah dalam siatuasi pandemi ini. Namun, kita ikuti saja petunjuk dari atasan sesuai ketentuan yang berlaku untuk tetap taat melaksanakan pembelajaran daring,’’ pungkas Gus  Sudiarta yang pernah menerima anugerah jurnalistik itu. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.