Ubud dan Nusa Dua Siap Terapkan Program FCC, Termasuk Zona Hijau

  • Whatsapp
GUBERNUR Bali, Wayan Koster dan Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: ist
GUBERNUR Bali, Wayan Koster dan Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: ist

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengungkapkan perkembangan terkini terkait pembahasan program Free Covid Corridor (FCC) bagi wisatawan asing yang akan berlibur ke Bali.

Menurut Sandiaga, saat ini sudah ada tiga wilayah di Bali yang siap menyambut kedatangan para wisman. Tiga wilayah dimaksud, Ubud, Nusa Dua dan menyusul Nusa Penida.

Bacaan Lainnya

Dia mengaku sudah berulang kali berdiskusi dengan Pemprov Bali dan kalangan pariwisata setempat untuk menajamkan persiapan penerapan Free Covid Corridor. Pihaknya perlu secara hati-hati melihat kemungkinan membuka satu zona.

“Zona sendiri yang disebut zona hijau, tempatnya di Nusa Dua, Ubud, dan mungkin bisa diperluas ke Nusa Penida sesuai arahan Pemprov Bali beserta jajarannya,” ujar Sandiaga dalam webinar bertajuk Vaksin Datang Pariwisata Gemilang di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Tak hanya itu, pemerintah juga telah mengantongi sejumlah daftar negara yang telah diberi lampu hijau bagi penduduknya untuk berlibur ke Bali. Menteri Sandi mencatat, sejauh ini baru ada dua negara yang akan memperoleh manfaat dari program Free Covid Corridor, yakni China dan Singapura.

Kendati demikian, dia belum memberikan informasi lebih rinci terkait waktu pasti kapan program ini dilaksanakan, termasuk kapan Bali dibuka untuk wisatawan internasional. Hal itu menyusul masih adanya beberapa pertimbangan yang terus dimatangkan oleh pemerintah pusat maupun Pemprov Bali, khususnya terkait tingkat penularan Covid-19.

Baca juga :  Golkar Tunggu Komitmen Jaya Negara Bukan Petugas Partai

‘’Namun, (pembukaan) ini kembali kepada kita. Kira-kira jika angka (penularan) mudah-mudahan bisa double digit. Jadi, jangan lagi triple digit,’’ terang Sandiaga.

Adapun berdasarkan pantauannya, kasus penularan Covid-19 di Pulau Dewata sendiri terus menunjukkan tanda-tanda yang positif. Dia mencatat dalam tujuh hari terakhir, Bali terus menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan terkait kasus penularan positif virus mematikan asal China itu.

‘’Kita syukuri dan kita harapkan ini bisa menjadi cikal bakal antara rakor kami dengan pemerintah daerah dan juga Menlu, Menkes, Kepala Satgas, dan Menkumham untuk duduk bersama bagaimana kita menyikapi Free Covid Corridor ini. Kapan kita bisa memulai, tentunya dengan penuh kehati-hatian,’’ tegas Sandiaga.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya keras dengan berbagai strategi untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Pulau Dewata ini. 

‘’Selain bertujuan menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat, tentunya mengembalikan kepercayaan dunia internasional terhadap pariwisata Bali,’’ kata Koster dalam Dialog Produktif Senin Inspiratif bertajuk “Vaksinasi Datang Pariwisata Gemilang” yang disiarkan melalui kanal Youtube dari Rumah Jabatan, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (1/3/2021).

Terkait program Free Covid Corridor, pihaknya bersama dengan Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pariwisata sudah memetakan kawasan-kawasan yang akan digunakan sebagai zona hijau. Yakni Nusa Dua dan Ubud yang dipandang sebagai kawasan yang paling siap untuk masa awal. 

Baca juga :  Polisi Dalami Peran Ekaterina, Imigrasi Evaluasi Internal

“Kita sudah petakan juga kebutuhan vaksin. Di Ubud perlu 100 ribu vaksin dan Nusa Dua perlu 10 ribu vaksin untuk masyarakat dan pekerja di sana. Kami siapkan SOP dengan ketat, dan jika sudah datang vaksinnya, Maret bisa tuntas dan sudah bisa di-treatment oleh Kementerian Pariwisata,” jelasnya. 

“Jika program ini sudah berhasil, maka sudah bisa di-treatment untuk pembukaan wisatawan internasional dan jadi percontohan yang sangat baik,” harap mantan anggota DPR RI ini. 

Gubernur Koster juga menitikberatkan bahwa Bali lewat berbagai kebijakan pro-lingkungannya sekarang sedang gencar menjaga lingkungan alam dan budaya dengan lebih baik. Maka setelah Covid-19 ini berakhir, pihaknya menjamin Bali akan lebih baik dan bangkit kembali sebagai daerah tujuan wisata dunia. 

“Bali adalah destinasi wisata terbaik dunia menurut para pelaku perjalanan internasional. Jika sudah normal Bali sudah sangat siap untuk menerima wisatawan internasional. Dan kalau bisa kita dalam waktu cepat bisa duduk bersama dengan Menlu dan Menkumham agar mulai mempersiapkan pembukaan wisata internasional,” tandasnya. alt/gre

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.