Hujan Sebabkan SMPN 13 Denpasar Terendam Berulang Kali

AKIBAT hujan dengan intensitas lama, Senin (8/12) hingga dini hari, SMPN 13 Denpasar yang berlokasi di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Klod, Kembali teredam banjir. Sekolah itu berada di lahan yang rendah dari permukaan jalan sehingga sangat rentan teredam air hujan. Foto: ist
AKIBAT hujan dengan intensitas lama, Senin (8/12) hingga dini hari, SMPN 13 Denpasar yang berlokasi di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Klod, Kembali teredam banjir. Sekolah itu berada di lahan yang rendah dari permukaan jalan sehingga sangat rentan teredam air hujan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 13 Denpasar, terhenti total pada Selasa (9/12/2025) pagi. Pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan seluruh siswa dan belajar di rumah karena khawatir air hujan yang menggenangi sekolah semakin naik dan membahayakan keselamatan anak-anak.‎

Kepala SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, yang dihubungi sejak pagi baru menghubungi balik pada malam hari. Ia membenarkan siswa terpaksa dipulangkan dan belajar di rumah karena kondisi lingkungan sekolah teredam air setinggi lutut orang dewasa.

Bacaan Lainnya

Menurut Sukarini, kondisi ini tidak sekadar disebabkan karena hujan dengan intensitas lama, pada Senin (8/12/2025) hingga dini hari. Sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Klod, itu berada di lahan yang rendah dari permukaan jalan, dan masuknya air sungai yang berada di sisi timur sekolah lewat celah pondasi tembok penyengker sekolah.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pembina SMP Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, Selasa (9/12/2025) juga membenarkan siswa SMPN 13 Denpasar terpaksa dipulangkan pukul 07.00 Wita dan belajar di rumah karena air hujan menggenangi sekolah setinggi lutut orang dewasa.

”Wakasek Sarana SMPN 13 Denpasar setelah kami hubungi membenarkan kondisi sekolah terendam air hujan dan siswa dipulangkan untuk belajar di rumah,’’ ujarnya.

Suryadana menyampaikan, pihaknya telah meminta stafnya untuk ke lokasi. Ia mengatakan pihak PUPR Kota Denpasar dan BPBD Kota Denpasar sudah turun ke lokasi membawa mesin penyedot air. Namun sekitar pukul 11.00 Wita, air hujan yang meredam lingkungan sekolah sudah berangsur-angsur surut.

Suryadana mengatakan, menurut penjelasan Wakasek Sarana Prasarana SMPN 13 Denpasar, air yang merendam SMPN 13 Denpasar berasal dari luapan sungai yang berada di sisi timur sekolah. Selain posisi sekolah lebih rendah daripada sungai, tembok penyengker sekolah yang berada pinggiran sungai banyak yang berlobang mengakibatkan air sungai masuk ke areal sekolah.

Masih menurut penjelasan Wakasek Sarana Prasarana SMPN 13 Denpasar, sambung Suryadana, kalau hanya hujan tanpa disertai luapan air sungai di sisi timur sekolah, genangan air di halaman sekolah akan cepet surut. Ini karena banyak terdampat resapan air penanggulangan banjir bantuan dari Jica Jepang yang berada di halaman sekolah sebelah selatan dan berfungsi baik. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses