POSMERDEKA.COM, MATARAM – Pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) NTB ke negara penempatan terus berjalan pada 2023 ini. Salah satunya, di Malaysia. Tercatat, hingga periode Juni 2023, warga NTB yang sudah diberangkatkan mencapai sebanyak 20 ribu orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan, hingga akhir tahun ini diperkirakan ada sekitar 30 ribu PMI yang berangkat ke Malaysia dan bekerja di berbagai sektor, utama di sektor perkebunan.
‘’Kalau yang sudah berangkat sekitar 20 ribu dari Januari sampai Juni 2023. Terakhir ada job order sebanyak 2.000 orang dari Sime Darby,’’’ ujar I Gede Putu Aryadi, Rabu (12/7/2023).
Mantan Kadis Kominfotik NTB itu, mengaku bahwa secara umum jumlah warga NTB yang mendaftar menjadi PMI di sejumlah negara penempatan sebanyak 58 ribu orang pada 2023 ini. Namun dari jumlah tersebut, sebanyak 70 persen merupakan pendaftar dengan tujuan Malaysia.
Lebih lanjut Gede mengungkapkan, di Malaysia , ada beberapa sektor. Bukan hanya kelapa sawit, karena ada juga sektor domestik. Terakhir itu ada jumlah terbatas untuk kerja di bidang elektronik. ‘’Ada itu, orang Malaysia datang, mencari partner untuk elektronik,’’ kata dia.
Pihaknya ingin menertibkan perusahaan yang tak menaati peraturan, misalnya terkait kebijakan zero cost atau tampa biaya pemberangkatan ke Malaysia. Perusahaan harus benar-benar menerapkan zero cost agar tak merugikan masyarakat.
‘’Jangan dia mau mungut biaya lagi. Biasanya perusahaan Malaysia itu kita wanti-wanti. Karena ada juga permainan di Malaysia. Jadi harus hati-hati. Kita tidak mau jual murah,’’ lugas Gede.
Vice President Jabatan Tenaga Kerja FGV Holding, Berhard H. Zarif Zainul, telah datang ke Lombok beberapa waktu lalu guna memberikan program sosial kepada keluarga PMI di sini. Ia mengatakan, pihaknya masih membutuhkan sebanyak 5.000 PMI.
Diakuinya, perusahaan sangat menyukai PMI asal NTB lantaran sudah memahami cara kerja perkebunan sawit di Malaysia.
‘’Kita masih membutuhkan PMI dari Lombok untuk ditempat di ladang-ladang FGV. Saat ini saja sudah ada enam hingga tujuh ribu PMI NTB yang ada di ladang FGV dan kita masih perlukan 5000 PMI untuk tahun 2023,’’ ujar Zarif Zainul.
Ia mengatakan, gaji minimal yang diberikan kepada PMI berdasarkan regulasi terbaru yaitu sebesar 1.500 ringgit Malaysia atau sekitar Rp4,8 juta (kurs Rp3.200). Kemudian perumahan disiapkan serta fasilitas dasar lainnya menjadi tanggungan perusahaan.
Ia menambahkan, bahwa PMI yang akan berangkat ke Malaysia tidak perlu mengeluarkan biaya karena telah menjadi tanggungan perusahaan. Itulah kebijakan zero cost yang menjadi komitmen pemerintah Indonesia dan Malaysia.
‘’PMI yang akan ke Malaysia tak usah dibayar satu perak pun untuk berangkat lading FGV. Itu semua dibiayai oleh FGV,’’ tandas Zarif Zainul. rul
























