Harga Kopi Arabika Kintamani Bikin Petani Semringah

SENYUM para petani kopi di Bangli kini merekah, menyusul harga jual kopi yang menanjak signifikan. Harga kopi gelondongan dan petik merah yang sebelumnya Rp12.000/kg, lalu menjadi Rp15.000 kini mencapai rata-rata Rp18.000/kg. Foto: ist
SENYUM para petani kopi di Bangli kini merekah, menyusul harga jual kopi yang menanjak signifikan. Harga kopi gelondongan dan petik merah yang sebelumnya Rp12.000/kg, lalu menjadi Rp15.000 kini mencapai rata-rata Rp18.000/kg. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Senyum para petani kopi di Bangli kini merekah, menyusul harga jual kopi yang menanjak signifikan. Harga kopi gelondongan dan petik merah yang sebelumnya Rp12.000/kg, lalu menjadi Rp15.000 kini mencapai rata-rata Rp18.000/kg. Kondisi itu dituturkan I Nengah Subamia (65), salah seorang petani kopi yang juga petani jeruk di Desa Bayung Gede, Kintamani, Selasa (20/5/2025).

Subamia mengatakan, harga kopi yang sekarang melonjak membuat dia lega. Harga kopi jenis arabika kintamani kini terus naik. Terakhir ini harga kopi gelondongan (petik merah) mencapai Rp18.000/kg. Harga ini paling tinggi dalam sejarah harga kopi selama ini, melebihi harga kopi tertinggi di masa silam. “Mudah-mudah terus naik atau paling tidak bertahan,” harapnya.

Bacaan Lainnya

Dia mendaku rasa kopi arabika kintamani berbeda dengan  kopi yang ada di luar. Untuk pemasaran kebanyakan dikirim ke Jawa Timur.

Disinggung apakah dengan harga tersebut dia akan melakukan ekstensifikasi tanaman kopi, dia menjawab tidak. Dari lahan 1,8 ha yang dimiliki, semuanya tanaman tumpang sari (tanaman kopi dan jeruk). Harga  jeruk untuk sementara ini saat musim panen masih murah. “Siapa tahu harga jeruk jatuh, kami kan bisa punya kopi. Sebaliknya, bila harga kopi jatuh, kami masih punya jeruk,” imbuhnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses