Harga Beras Naik, Pemerintah Diminta Tinjau Kebijakan Setop Impor

Johan Rosihan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Pernyataan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, yang mengklaim penghentian impor beras oleh Indonesia menjadi penyebab turunnya harga beras dunia, menuai reaksi anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan. Politisi PKS asal Sumbawa ini menilai klaim tersebut patut dikaji lebih kritis, terutama karena harga beras di dalam negeri justru terus melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau benar Indonesia membuat harga beras dunia turun karena setop impor, kenapa justru harga beras di pasar dalam negeri masih tinggi dan di atas HET? Ini kontradiktif dan perlu penjelasan berbasis data, bukan sekadar klaim sepihak,” lugas Johan di Mataram, Minggu (18/5/2025).

Bacaan Lainnya

Dia menyebut, jika mengacu data Badan Pangan Nasional per 15 Mei 2025, harga beras premium di tingkat konsumen berada di angka Rp15.629/kg. HET untuk beras premium ditetapkan sebesar Rp14.900/kg, harga beras medium tercatat Rp13.647/kg, melebihi HET sebesar Rp12.500/kg.

“Kondisi harga beras yang melebihi HET ini, maka Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak kebijakan penghentian impor, terhadap ketersediaan dan keterjangkauan beras di dalam negeri,” serunya.

Menurutnya, masalah sebenarnya soal harga beras ini adalah pada tiga hal, yakni sisi distribusi, stok, dan potensi permainan harga oleh pedagang besar. Johan mendesak agar pemerintah serius mengatasi itu. “Kita ini harusnya bukan hanya bangga dengan klaim pengaruh global, tapi bagaimana tiga hal mendasar itu yang kita selesaikan,” sesalnya.

Lebih lanjut Johan menyarankan agar cadangan beras pemerintah (CBP) diperkuat dari hasil panen dalam negeri. Pula distribusinya dipastikan berjalan efektif hingga ke wilayah rentan pangan. Kebijakan pangan harus melindungi petani dan konsumen secara berimbang. “Jangan sampai kebijakan jangka pendek justru menciptakan gejolak harga yang merugikan rakyat,” paparnya memungkasi. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses