Guntur FC ke Semifinal Turnamen Askot PSSI Denpasar, Padang Sumbu ke Final Usai Tekuk Pegok

SKUAD Guntur FC (kiri) sebelum memulai pertandingan melawan Poska, di Lapangan Letda Pica Sanur, Selasa (2/8/2022). foto ist

DENPASAR – Guntur FC mengamankan satu tiket semifinal mendampingi Damar Cakti untuk Katagori Divisi Utama Turnamen Sepakbola Asosiasi Kota (Askot) PSSI Denpasar 2022, setelah tim besutan Wayan Sukadana itu mengatasi perlawanan Poska dengan skor 2-1, di Lapangan Letda Pica Sanur, Denpasar, Selasa (2/8/2022).

Setelah bermain sama kuat tanpa gol di babak pertama, Guntur FC memecah kebuntuan di menit 50 melalui gol Gede Anom. Tapi Poska yang ditangani Agus Joni langsung memberi respon cepat di menit ke-61 dengan gol penyama yang dicetak Naruo.

Bacaan Lainnya

Guntur FC yang sesungguhnya butuh hasil imbang saja di laga terakhirnya itu di Grup A, akhirnya menentukan kemenangan melalui gol Wahyu dimenit ke-68.

Dengan kemenangan ini, Guntur FC finish di urutan kedua (runner up) klasemen akhir Grup A dengan nilai 7 dari tiga kali bertanding. Sementara Tim Damar Cakti tampil sebagai juara Grup A juga dengan nilai 7 dari tiga kali bertanding, tetapi Damar Cakti unggul selisih gol memasukkan.

Di semifinal, Damar Cakti dan Guntur FC masih menunggu lawannya dari Grup B yang segera menyelesaikan laga penyisihan. Damar Cakti akan bertemu runner Grup B, sementara Guntur FC melawan juara Grup B yang kemungkinan besar ditempati Pespa Padangsambian.

Divisi I/II
Sementara di hari yang sama untuk katagori Divisi I/II, tim Padang Sumbu yang didandani Made Mudita melangkah ke final usai menekuk POPP Pegok 1-0, di Lapangan Arga Soka, Sidakarya. Gol semata wayang Padang Sumbu dicetak Putu Ardianta pada menit ke-61.

Di final, Padang Sumbu sudah ditunggu skuad Kesiman Kertalangu yang lebih dulu melangkah ke partai final setelah membekuk Bineka Ubung dengan skor telak 6-3.

Direktur Kompetisi Askot PSSI Denpasar menjelaskan, turnamen askot PSSI Denpasar ini diikuti 8 tim Divisi Utama yang dibagi dalam dua grup (A dan B).

Sementara Divisi I diikuti 4 tim dan Divisi II hanya 2 tim. ”Karena minimnya peserta, Divisi I dan II digabung jadi satu, lanjut dibagi jadi dua grup,” terang Witarka. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses