Golkar Jamin Kandidasi Sesuai Tertinggi di Survei, Bacalon Disarankan Begini

  • Whatsapp
Wayan Mariyana Wandhira. Foto: gus hendra
Wayan Mariyana Wandhira. Foto: gus hendra

DENPASAR – Sudah ada kader mendaftar dan tetap melirik tokoh di luar partai, dipandang Partai Golkar sebagai bagian dari strategi dalam proses kandidasi di Pilkada Denpasar. Meski begitu, Golkar menjamin penentuan kandidat semata-mata ditentukan dari hasil survei yang kredibel. Ketegasan itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Denpasar, Wayan Mariyana Wandhira, Selasa (16/6/2020).

Dia memaparkan, Golkar memiliki mekanisme dalam penjaringan bakal calon kepala daerah. Sejauh ini, sebutnya, untuk Pilkada Denpasar sudah ada dua kader yang mendaftar. Nama mereka juga diserahkan ke DPP Partai Golkar di Jakarta. Meski begitu, ada proses lanjutan yang keputusan akhirnya tetap ada kewenangan DPP dan DPP Partai Golkar Bali di dalamnya.

Baca juga :  Pembukaan Sekolah Tunggu Keputusan Gugus Tugas

“DPP dan DPD I itu punya kewenangan untuk menambah tokoh, kader atau siapapun yang dianggap elektabilitasnya bagus walau tanpa penjaringan. Itu ada di peraturan organisasi. Jadi, tidak menutup kemungkinan ada tokoh birokrat atau kader sendiri yang masuk survei,” jelasnya.

Dia menegaskan, pelimpahan rekomendasi Golkar pasti ada tolok ukurnya yakni hasil survei. Meski DPP dan DPD I punya kewenangan menambah sosok yang dilirik, semua itu ada basis ukuran. Karena itu, dia menilai tidak perlu ada kekhawatiran kader yang mendaftar jika kemudian namanya terpental dari daftar rekomendasi. Syaratnya, tegas Wandhira, hasil surveinya memang menjanjikan. “Kalau surveinya besar tidak mungkin dianulir dong,” ulas Wakil Ketua DPRD Denpasar tersebut.

Baca juga :  Denpasar Tambah 12 Pasien Positif Covid-19, Transmisi Lokal kembali Dominan

Agar nama pendaftar di Golkar hasil surveinya bagus, dia menyarankan mereka aktif kegiatan sosial. Apalagi dalam kondisi sekarang di tengah pandemi Covid-19, aksi sosial para bakal kandidat agar masyarakat lebih tahu siapa yang bergerak sekaligus mengenalkan nama. Aksi sosial dipandang tidak sama dengan langkah mencuri start kampanye.

“Kalau ada yang mendaftar lalu merasa akan dianulir, itu salah, ada mekanisme. Kita kembali ke kualitas pendaftar itu sendiri, karena semua berstatus bakal calon, belum calon. Silakan kerja di masyarakat agar lebih dikenal,” lugasnya. 

Didesak seberapa kredibel hasil survei itu nanti, Wandhira kembali menggaransi prosesnya akan berjalan transparan. Dia juga menyilakan semua bakal calon menentukan lembaga surveinya, sepanjang lembaga itu ada kredibilitas dan independen. “Bisa pakai biayai sendiri, yang penting sepengetahuan DPD,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.