Gerindra Tak Kebagian Calon, KJM Rasa KDM?

  • Whatsapp
KADE Darma Susila. Foto: Ist
KADE Darma Susila. Foto: Ist

DENPASAR – Peluang Koalisi Jembrana Maju (KJM) untuk mengusung paket Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna sebagai Calon Bupati (Cabup)-Calon Wakil Bupati (Cawabup) ke Pilkada Jembrana 2020 kian menyudut. Tamba merupakan kader Demokrat, sedangkan Patriana siap masuk Golkar sebagai kader. Konsekuensinya, Gerindra yang perolehan kursinya lebih besar dari Demokrat di DPRD Jembrana justru tidak kebagian calon.

Ketua DPC Partai Gerindra Jembrana, Kade Darma Susila, tak memungkiri jika benar paket Tamba-Patriana mendapat rekomendasi untuk diusung, berarti KJM hanya menguntungkan Demokrat dan Golkar. Namun, dia berargumen posisi Gerindra di Jembrana untuk memberi ruang rasa tidak puas terhadap PDIP yang saat ini berkuasa. “Hanya dipinjam? Okelah, tapi parpol harus memberi pelajaran demokrasi,” sebut anggota Komisi II DPRD Bali itu, ditemui, Senin (15/6/2020).

Baca juga :  IDI Denpasar Sebut Pelaksanaan PKM Sudah Tepat

Ketika Gerindra tidak mampu memunculkan calon sendiri, kata dia, maka harus bersikap untuk pendidikan demokrasi. Perannya untuk memberi ruang terjadi perubahan di Jembrana, sekaligus mencegah jangan sampai terjadi petahana melawan kotak kosong. Jika sampai itu terjadi, legitimasi pemenang kurang bagus. Dia menyilakan masyarakat memilih untuk menentukan arah pembangunan Jembrana untuk lima tahun mendatang.

Disinggung komposisi KJM saat ini rasa Koalisi Demokrat Maju (KDM) karena justru kader Demokrat yang kebagian panggung, Susila tergelak tertawa. Kata dia, setiap parpol ada mekanisme internal. Semua bakal calon yang maju, baik kader maupun nonkader, sudah mendaftar dan memenuhi syarat di KJM. Pun ada survei awal.

Baca juga :  Cegah Penularan Transmisi Lokal, Tim GTPP Covid-19 Denpasar Awasi Pasar Rakyat

“Yang jelas KJM Ingin head to head dengan petahana. Survei simulasi paket yang akan menjawab nanti. Yang jelas kami siap tampung antusiasme masyarakat,” ungkap politisi berpenampilan kalem tersebut. 

Mengenai potensi terjadi kekecewaan internal di Gerindra karena seakan tersisih dari kandidasi, Susila menegaskan harus dipilah mana pileg dan pilkada. Saat pileg harus berjuang maksimal untuk mendapat kekuasaan. KJM dibuat harus ada komitmen bersama tujuan bersama, dan jika ada yang kecewa harus introspeksi diri bahwa Gerindra tak bisa mengusung calon sendiri.

“Kalau dipaksa dari kader (Gerindra) memang tak bisa meski semua berharap kader yang maju. Apa harus paksakan diri? Berbeda kalau misalnya kami bisa mengusung sendiri. Yang namanya koalisi pasti parpol berusaha merebut keuntungan lebih,” urainya. 

Baca juga :  Marciano: Dunia Renang Kehilangan Sang Legenda

Bakal Cawabup Jembrana, Ketut Sugiasa, ogah berkomentar soal pilkada dengan alasan fokus partainya sejauh ini masih menangani Covid-19. “Pilkada itu urusan pusat, kami di daerah ngurusin Covid aja. Jangan lagi bicara pilkada,” kata politisi yang posisi mejanya di ruang Komisi II DPRD Bali hanya dipisah satu meja legislator lain dengan meja Darma Susila tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.