GIANYAR – Pelaku pariwisata Bali, termasuk di Gianyar, berharap pariwisata dapat dibuka pada bulan Juli mendatang. Beberapa persiapan dilakukan, termasuk program cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE), dengan total 499 usaha pariwisata kini memiliki sertifikasi CHSE. Hal itu diungkapkan Kadisparda Gianyar, AA Gde Putrawan, Minggu (20/6/2021).
Dia menguraikan, Bali bersiap dengan dibukanya pariwisata internasional pada Juli mendatang. Jauh hari sebelum dibukanya pariwisata, Pemkab Gianyar menyosialisasikan program CHSE kepada industri pariwisata. “Objek wisata di Gianyar sedang menunggu dibukanya border (pintu batas) tamu mancanegara dengan menyiapkan diri menerapkan CHSE,” jelasnya.
Penerapan standar CHSE, jelasnya, juga sebagai bagian penerapan standar protokol kesehatan. Dinas Pariwisata Gianyar bersama dinas terkait telah menilai DTW di Gianyar yang memenuhi syarat CHSE. Dia meyakinkan bahwa sertifikasi CHSE yang diberikan kepada DTW berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat, produk dan pelayanan yang diberikan memenuhi protokol kesehatan. CHSE ini juga mencakup kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.
Penerapan CHSE di industri pariwisata, ulasnya, diperkuat dengan Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No 13 Tahun 2020 tentang Standardisasi dan Sertifikasi CHSE. “Dalam menyambut wisatawan saat Lebaran, termasuk saat border pariwisata Bali dibuka, tidak ada alasan lagi. Industri pariwisata wajib menerapkan standar CHSE ,” tegasnya.
Saat ini, ungkapnya, di Gianyar terdapat 499 usaha disertifikasi. Untuk kategori hotel sebanyak 160, 214 untuk homestay/pondok wisata, sedangkan restoran sebanyak 107. Selain itu, sebanyak 12 daya Tarik wisata juga mengantongi sertifikasi. “Usaha arung jeram ada dua yang sudah mengantongi sertifikasi, ada dua tempat penjual cenderamata atau oleh-oleh, dan satu usaha angkutan wisata,” tandasnya. adi
























