Gianyar Luncurkan Posyandu Seroja Aman

  • Whatsapp
KETUA Tim Penggerak PKK Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, meluncurkan Posyandu Seroja (Sehat Rohani dan Jasmani) Aman dan penyerahan bibit tanaman Hatinya PKK bantuan CSR Bank BPD Bali, di wantilan ancak saji Puri Peliatan Ubud, Selasa (26/10/2021). Foto: adi

GIANYAR – Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Dunia, Ketua TP PKK Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, meluncurkan Posyandu Seroja (Sehat Rohani dan Jasmani) Aman dan penyerahan bibit tanaman Hatinya PKK bantuan CSR Bank BPD Bali, di wantilan ancak saji Puri Peliatan Ubud, Selasa (26/10/2021).

Turut hadir Kepala RSJ Bali, anggota DPRD Gianyar, Kepala Dinas PMD, Camat Ubud, Kepala Cabang BPD Bali Cabang Gianyar, Ketua TP PKK kecamatan seluruh Gianyar, Kepala Desa Peliatan, serta Ketua TP PKK Desa.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia, Dewa Ngakan Ngurah Adi, mengatakan, pembentukan Posyandu Seroja untuk melayani kesehatan masyarakat yang mengalami gangguan jiwa secara terpadu.

Juga mencegah semaksimal mungkin munculnya penderita gangguan jiwa, mencegah timbulnya penderita gangguan jiwa berat, mengurangi beban keluarga yang memiliki keluarga penderita gangguan jiwa, serta mewujudkan masyarakat Gianyar yang Seroja (sehat rohani dan jasmani).

Ada 21 desa yang mengikuti peluncuran dan membentuk Posyandu Seroja Aman di desanya. “21 desa membentuk Posyandu Seroja Aman, sumber dananya dari APBD Kabupaten dan APBDes,” ujarnya.

Surya Adnyani Mahayastra menambahkan, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari jiwa dan sosial, yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Secara keseluruhan, kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan yang tidak dapat dipisahkan.

Baca juga :  Wakapolres Badung : Bekerja Wujudkan Badung yang Aman

Tahun 2021, terangnya, Kabupaten Gianyar diperkirakan terdapat 1.291 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat, 807 pasien (62,5 persen) mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar, dan empat di antaranya masih dipasung.

“Tantangan layanan kesehatan jiwa juga berkaitan dengan stigmatisasi dan pemasungan. Stigma pada ODGJ dan keluarganya dapat menghambat motivasi untuk berobat,” ucapnya bernada menyesalkan.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 dari Kementerian, 14 persen keluarga yang mempunyai anggota ODGJ pernah memasung, dan 31,5 persen memasung selama tiga bulan terakhir.

Karena itu, pemerintah mencanangkan program untuk menuju Indonesia Bebas Pasung 2019. “Untuk mencapai tujuan ini, maka perlu dilakukan kerjasama lintas sektor atau lembaga,” tegasnya.

Meningkatkan dan mendekatkan pelayanan ke masyarakat, ulasnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gianyar serta TP PKK Gianyar membuat inovasi, dengan memberi pelayanan masyarakat ODGJ melalui Posyandu Seroja Aman.

Dengan begitu masyarakat memiliki wadah untuk pelayanan kesehatan mulai dari ibu hamil, balita, para remaja (Posyandu Remaja), para lansia (Posyandu Lansia), penyakit tidak menular (Posbindu), dan ODGJ.

Peluncuran Posyandu Seroja Aman juga dirangkaikan penyerahan kursi roda bagi lansia dan penyandang difabel, penyerahan bibit tanaman untuk kader PKK guna mendukung program Aku Hatinya PKK di masing-masing rumah tangga, serta penyerahan majalah PKK oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali kepada Ketua TP PKK kecamatan seluruh Gianyar. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.