Gelar Workshop Reviu Kurikulum, SMPN 11 Denpasar Menuju Sekolah Berdaya Saing Global

KEPALA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, foto bersama guru-guru usai membuka agenda Workshop Reviu Kurikulum Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam di SMPN 11 Denpasar. Foto: ist
KEPALA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, foto bersama guru-guru usai membuka agenda Workshop Reviu Kurikulum Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam di SMPN 11 Denpasar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Setiap tahun menjelang tahun ajaran baru, SMPN 11 Denpasar (Spenlas) melibatkan semua guru untuk mengikuti Workshop Reviu Kurikulum Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam. Kali ini workshop mengambil tema ‘’Spenlas Jaya Mengglobal: SMPN 11 Denpasar Jelajahi Data, Aktif, Yakin, dan Adaptif Menuju Sekolah Berdaya Saing Global’’.

Agenda workshop yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 2 hingga 5 Juni 2026 dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama. Selama empat hari pelaksanaan, workshop menghadirkan para pakar pendidikan untuk memberikan materi penguatan kepada para guru.

Read More

Hari pertama menghadirkan narasumber dari Balai Guru Teknologi dan Komunikasi (BGTK), Putu Sutharyana Tubuh Wibawa, M.Pd., yang mengupas tuntas mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan kokurikuler. Agenda workshop hari kedua menghadirkan Kepala SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, Komang Rika Adi Putra, M.Pd., yang memberikan materi tentang media pembelajaran berbasis PID serta penulisan praktik baik (good practice).

Hari ketiga dan keempat fokus pada penyiapan administrasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sekolah, yang didampingi langsung oleh Pengawas Pembina SMPN 11 Denpasar, Dr. Made Arjana, M.Pd.

Kepala SMPN 11 Denpasar, Komang Anggreni, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini diikuti oleh kepala sekolah, seluruh guru, dan pegawai—termasuk keterwakilan pihak eksternal seperti Ketua dan Bendahara Komite, orang tua murid, hingga perwakilan murid. Keterlibatan semua pihak ini bertujuan agar seluruh ekosistem sekolah memahami arah dan program kerja sekolah ke depan.

Dalam workshop ini, para pendidik diajak untuk fokus dan serius membahas berbagai strategi dan teknik pengajaran terbaru yang diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna. Ia berharap, melalui kegiatan ini, seluruh guru SMPN 11 Denpasar dapat membawa pulang ilmu dan praktik terbaik untuk segera diterapkan di kelas masing-masing, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan mencapai tujuan utamanya.

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, dalam arahannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif SMPN 11 Denpasar. Beliau mendorong agar para guru terus meningkatkan kompetensi secara mandiri. ‘’Kami berharap semua guru meningkatkan kompetensi secara mandiri, baik melalui workshop, seminar, bahkan mencari beasiswa untuk menapaki pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di dalam maupun di luar negeri. Pendidik yang kompeten adalah aset berharga bagi Kota Denpasar. Disdikpora akan senantiasa mendukung hal-hal positif seperti ini,’’ ujar Kadisdisdikpora Kota Denpasar.

Apresiasi senada juga datang dari Ketua Komite SMPN 11 Denpasar, Kemuantara. Ia mengaku bangga atas transparansi dan keterbukaan pihak sekolah yang selalu melibatkan orang tua dan murid dalam merumuskan kebijakan. ‘’Kami sangat bangga karena SMPN 11 Denpasar melibatkan orang tua dan murid dalam setiap program kegiatan. Melalui workshop reviu kurikulum ini, kami bisa merasakan langsung bagaimana sekolah berupaya penuh dan berbenah demi kemajuan pendidikan bagi murid-murid,’’ ungkap Kemuantara.

Hari terakhir, sebagai penutup, I Made Arjana, selaku pengawas pembina menyampaikan tentang komitmen bersama terkait kurikulum, dan optimistis SMPN 11 Denpasar dapat mengawali tahun ajaran 2026/2027 dengan kurikulum yang lebih adaptif, komprehensif, dan siap mencetak generasi muda yang siap bersaing di kancah global.

“Sebagai guru, kita tetap memperhatikan diferensiasi yang ada di lingkungan sekolah,’’ tandasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.