Gedung Student Center Undiksha Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

KONDISI pembangunan gedung student center Undiksha
KONDISI pembangunan gedung student center Undiksha

BULELENG – Pembangunan lanjutan gedung student center Universitas Pendidikan Genesha (Undiksha) Singaraja di tahun 2020, diduga ada persolan. Pembangunan lanjutan yang menelan anggaran sebesar Rp6,5 miliar bersumber dari BLU Undiksha Tahun Anggaran 2020, diduga tidak sesuai spesifikasi.

Menurut informasi yang diterima menyebutkan, pembangunan lanjutan gedung student center Undiksha mulai dikerjakan oleh salah satu rekanan sekitar 16 Juni 2020, dengan waktu 135 hari kalender sejak SPMK. Namun, pengerjaan lanjutan pembangunan proyek tersebut justru tidak sesuai spesifikasi yang ada, dengan biaya yang sudah dikeluarkan.

Read More

Terlebih pada beberapa bagian bangunan sudah terlihat ada yang retak. Sehingga, bangunan tersebut seolah terkesan mangkrak. Bahkan, pembayaran dilakukan secara penuh, kendati dianggap bangunan itu tidak sesuai dengan spesifikasi.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Rektor Undiksha Singaraja, Nyoman Jampel, menegaskan, dari laporan yang ia terima, justru di lapangan tidak ada hambatan mengenai kelanjutan proyek tersebut. Namun menurut Jampel, pembangunan gedung itu dilakukan secara bertahap sesuai anggaran yang ada bersumber dari BLU Undiksha.

“Sudah jalan, menurut laporan tidak ada hambatan. Finalisasi tahun ini, perencanaan bertahap karena anggaran itu dari dana BLU, tidak bisa sekalian. Kalau gak salah, ya tahun ini selesai,” ujar Jampel yang mengaku menyerahkan seluruh proses pengerjaan pembangunan kepada PPK.

Sementara itu, PPK Pembangunan lanjutan gedung student center Undiksha Singaraja, Gede Supriyadi, menampik, jika pembangunan itu dikatakan tidak sesuai spesifikasi maupun mangkrak. Menurut dia, pembangunan gedung tersebut dilakukan secara bertahap.

“Baru mulai tahap tiga, anggaran tidak mencukupi. Bangunan itu penting, makanya kami bangun secara bertahap. Setiap tahun (dikerjakan), sekarang tahap ketiga itu finishing,” ungkap Supriyadi, yang enggan menyebutkan progres realisasi pembangunan hingga saat ini.

Menurut dia, pembangunan gedung tersebut dilakukan secara bertahap sejak 2019, 2020, hingga 2021. Bahkan, setiap tahunnya dianggarkan. Idealnya total anggaran diperlukan untuk pembangunan gedung student center ini, mencapai sekitar Rp18 miliar, untuk seluruh pembangunan gedung.

“Ini pembangunan secara bertahap, anggaran tahap dua sekitar Rp6,5 miliar tidak sampai tahap finishing, karena itu luas dan bangunannya megah. Tahap ketiga itu finishing. Baru kontrak, baru akan kami mulai (tahap tiga). Jadi tidak ada (diduga mangkrak ataupun tidak sesuai spesifikasi), kami lengkap datanya,” pungkas Supriyadi. rik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.