Ganggu Ketertiban Umum, Sat Pol PP Denpasar Amankan Pengamen dan Orang Linglung

  • Whatsapp
SAT Pol PP Kota Denpasar saat menertibkan pengamen dan orang linglung di Denpasar, Jumat (30/10/2020). foto: ist

DENPASAR – Sebagai upaya untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan di masyarakat, Sat Pol PP Kota Denpasar kembali menertibkan dua orang yang diketahui merupakan seorang pengamen dan orang linglung, Jumat (30/10/2020).

Penertiban tersebut dilaksanakan lantaran yang bersangkutan mengganggu ketertiban umum, lingkungan sekitar serta membahayakan diri sendiri dan pengendara kendaraan bermotor.

Bacaan Lainnya

Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa penertiban dilaksanakan di dua titik. Yakni untuk peNgamen ditertibkan di Simpang Empat Ubung lantaran mengganggu pengendara, sedangkan untuk orang linglung ditertibkan di kawasan Jalan Sedap Malam lantaran menimbulkan keresahan di masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan, dalam penertiban ini Sat Pol PP Kota Denpasar mempedomani Perda Kota Denpasar Nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum. Sehingga upaya untuk menciptakan Denpasar yang aman, nyaman dan tertib dapat dioptimalkan.

“Kami bukan mencari kesalahan masyarakat, namun ini sudah menimbulkan gangguan ketertiban umum, sehingga harus kami tindaklanjuti sesuai Perda yang berlaku,” ujarnya. Saat ini keduanya sudah diamankan di rumah binaan Sat Pol PP Kota Denpasar guna mendapat penanganan lebih lanjut.

Khusus untuk orang linglung akan dilaksanakan pengecekan kesehatan untuk selanjutnya menunggu rekomendasi apakah dikembalikan ke keluarga atau dirujuk ke RSJ. Sedangkan pengamen yang diketahui berasal dari luar Bali akan dipulangkan Senin (2/11/2020) mendatang lantaran tercatat tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang jelas.

Baca juga :  Putri Koster Luncurkan QRIS Bank BPD Bali di Bali Funtastic, Geliatkan Pariwisata dan UMKM Bali

“Pada prinsipnya kami tidak melarang masyarakat untuk mencari rejeki dimanapun, namun demikian Perda dan aturan lainya yang berlaku wajib menjadi sandaran bersama, sehingga dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan masalah dikemudian hari, selain itu tetap diimbau kepada masyarakat untuk melengkapi diri dengan identitas serta selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Sayoga. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.