Fashion Design-Silver Jewellery Design, Dekranasda Gianyar Gelar Pertemuan Teknis-Fitting Tahap I

FITTING tahap I bagi para finalis Lomba Fashion Design (desain busana) dan Silver Jewellery Design (desain perhiasan perak). Foto: ist
FITTING tahap I bagi para finalis Lomba Fashion Design (desain busana) dan Silver Jewellery Design (desain perhiasan perak). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gianyar menggelar pertemuan teknis sekaligus fitting (pengepasan) tahap I bagi para finalis Lomba Fashion Design (desain busana) dan Silver Jewellery Design (desain perhiasan perak) di Gedung IKM Celuk, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, Ketua Harian Dekranasda beserta jajaran pengurus, dewan juri, serta para finalis lomba.

Pertemuan teknis bertujuan memberi penjelasan kepada para finalis terkait tahapan dan mekanisme lomba, yang akan memasuki tahap penilaian berikutnya. Pengepasan tahap pertama dilakukan untuk menyesuaikan karya para desainer dengan model yang akan membawakannya pada malam final.

Read More

Dalam arahannya, Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan, lomba desain busana dan desain perhiasan perak ini merupakan upaya menggali potensi kreativitas para desainer. Pun melestarikan serta menjaga keberlanjutan wastra Bali dan kerajinan perhiasan perak. “Kami harap event seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang ke depan,” ujarnya.

Disebutkan, tidak hanya dari Gianyar, peserta juga datang dari seluruh Bali. Sebanyak 14 desainer busana dan 10 desainer perhiasan perak berhasil lolos sebagai finalis. Setiap desainer akan menampilkan karya terbaik yang akan diperagakan sepasang model pada malam final nanti. Kegiatan ini juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Gianyar tahun 2026, yang dikemas dalam agenda Pekan Budaya Gianyar sebagai wadah promosi seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.

Sesuai jadwal yang ditetapkan panitia, fitting tahap II sekaligus kurasi akhir oleh dewan juri dan model akan dilaksanakan pada 7 April. Selanjutnya, gladi bersih akan digelar pada 10 April di Balai Budaya Gianyar, sementara malam final dijadwalkan pada 12 April. Peserta kategori busana diminta mengembangkan desain Ready To Wear (RTW) dengan memanfaatkan tenun tekstil tradisional Bali yang diproduksi di Bali, seperti songket, endek, gringsing, dan berbagai jenis wastra Bali lainnya.

“Pengembangan busana Ready To Wear diharapkan memiliki karakter yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mudah dirawat dan dipakai kembali, namun tetap memiliki nilai estetika serta identitas budaya Bali,” jelasnya.

Dalam kategori desain perhiasan perak, peserta diberi ruang untuk mengeksplorasi kreativitas desain berbasis material utama perak, dengan inspirasi budaya Bali serta elemen khas Kabupaten Gianyar, termasuk penggunaan simbol bunga padma. Lebih lanjut Surya Adnyani menjelaskan, kompetisi ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Gianyar dalam memperkuat identitas daerah sebagai World Craft City. Gianyar dikenal dengan kekayaan kriya seperti perak Celuk, ukiran kayu, topeng, serta wastra tradisional Bali. “Melalui kegiatan ini, Dekranasda berharap generasi muda makin terlibat dalam pelestarian sekaligus inovasi budaya lokal, serta mendorong pengembangan industri kreatif berbasis kerajinan dan wastra Bali di Gianyar. Jadi, kerajinan dan desain Gianyar terus berkembang dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.