POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kawasan hutan di Kintamani, Bangli merupakan penyangga kehidupan untuk lingkungan sekitar dan sumber air masyarakat di Bali. Saat musim kemarau, di Kintamani kebakaran hutan sering terjadi.
Mengantisipasi bencana itu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur melakukan upaya preventif, antara lain mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Beberapa waktu lalu, Kepala UPTD KPH Bali Timur, I Made Warta, mengaku membuat surat edaran kepada kelompok masyarakat pemegang izin perhutanan sosial.
Dia menekankan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan akibat dampak kemarau. “Misalnya tidak membuang puntung rokok sembarangan, atau membakar sampah dekat hutan,” ujarnya.
Upaya pencegahan lainnya, kata Warta, yakni melakukan sosialisasi kepada kelompok Masyarakat Peduli Api di wilayah Kintamani. Sudah ada beberapa kelompok Masyarakat Peduli Api yang terbentuk antara lain di wilayah Penelokan ,Yeh Mampeh dan Desa Kutuh.
Dalam sosialisasi, masyarakat diberi pembinaan tentang cara mencegah terjadinya kebakaran hingga pengendalian bila terjadi kebakaran di kawasan hutan. Sosialisasi dilakukan sejak dua bulan lalu menjelang kemarau.
Di tempat terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD dan Damkar Bangli, I Ketut Agus Sutapa, mengatakan berdasarkan prediksi BBMG, bulan Juli sampai Oktober nanti Indonesia diprediksi mengalami musim El Nino atau musim kering yang lebih keras ketimbang tahun lalu. Potensi bencana yang ditimbulkan yakni berkurangnya debit air, kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan hasil analisis kajian risiko bencana, sebutnya, Bangli memiliki berbagai potensi ancaman bencana yang terdiri dari gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, angin kencang, kekeringan, banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran pemukiman.
“Melihat kondisi tersebut, kesadaran, pengetahuan serta kesiapsiagaan masyarakat akan bencana perlu ditingkatkan, sehingga dapat mengurangi risiko terhadap dampak yang ditimbulkan akibat bencana,” pesannya. gia
























