Dua Dermaga di Batur Ditarget Selesai Tahun Ini

PENGERJAAN Dermaga Kuburan Terunyan dan Dermaga Kedisan ditarget tuntas penggarapannya pada tahun 2022. Foto: ist

BANGLI – Rusaknya dermaga penyeberangan di Desa Kedisan maupun di Kuburan Terunyan dan Desa Terunyan yang menjadi objek wisata Kintamani, akibat sering naiknya air danau. Keberadaan dermaga tidak saja dibutuhkan untuk pariwisata, juga digunakan masyarakat.

Pembangunan tiga dermaga penyeberangan di Danau Batur berjalan sejak tahun 2020, dan tahun 2022 ada dua dermaga yang pembangunannya ditargetkan tuntas, satu ditarget selesai 2023.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli, I Ketut Riang, belum lama ini mengatakan, pembangunan tiga dermaga di Danau Batur yakni Dermaga Kedisan, Dermaga Kuburan Terunyan, dan Dermaga di Desa Terunyan. Proyek itu merupakan agenda pemerintah pusat.

Berdasarkan hasil koordinasinya, target penyelesaian pembangunan ketiga dermaga tersebut maju dari rencana semula 2024 menjadi tahun 2023. ”Mungkin karena tahun 2024 tahun politik, jadi diharapkan bisa selesai 2023. Mudah-mudahan tidak ada kendala, kalau tidak ya diselesaikan di 2024,” jelasnya.

Untuk tahun 2022, sambungnya, Dermaga Kuburan Terunyan dan Dermaga Kedisan ditarget tuntas penggarapannya. Untuk yang di Kedisan hanya dermaganya saja tahun ini, sedangkan kantornya di darat direncanakan selesai pada 2023. Begitu informasi yang dia peroleh dari Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Bali-NTB.

Dermaga di Desa Terunyan direncanakan berlanjut tahun 2023, dan rampung pada tahun itu. Meski ada proyek pembangunan dermaga, ucapnya, aktivitas penyeberangan di Danau Batur tidak terlalu terganggu. Agar penyeberangan lancar, aktivitas tempat naik-turun penumpang dialihkan sementara ke sebelah lokasi proyek pembangunan dermaga.

Dari aktivitas penyeberangan di Danau Batur, imbuhnya, tahun ini Pemkab Bangli menarget pendapatan dari retribusi penyeberangan senilai Rp61,7 juta, sedangkan realisasinya sampai awal bulan September sudah mencapai Rp45,365 juta atau sekitar 73 persen.

Disinggung kemungkinan ada rencana penambahan dermaga lagi, Riang menyebut ada di Desa Songan dan di Toya Bungkah. Hanya, hal tersebut masih usulan masyarakat, masih dikaji dulu lahannya.

“Seperti apa asetnya harus jelas, seperti ada tempat parkir. Kalau ingin membangun dermaga harus ada kepastian, terutama terkait pemeliharaan nanti,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses