DPRD Bangli Sepakati Lelang Pembongkaran Rumah Dinas Dokter

KETUA DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Foto: ist
KETUA DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Pemkab Bangli melalui Badan Keuangan, Pendapatan  dan Aset Daerah (BKPAD) berencana melakukan lelang pembongkaran rumah dinas dokter di Desa/Kecamatan Tembuku, Bangli. Setelah melalui rapat kerja pada pekan lalu, DPRD Bangli menyatakan sepakat lelang pembongkaran rumah dinas dokter itu.

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, Minggu (29/6/2025) mengatakan, lelang pembongkaran rumah dinas dokter di Desa Tembuku pada dasarnya hanya bersifat normatif. Dia membeberkan, pada dasarnya rumah dinas dokter tersebut tanahnya milik Desa Adat Tembuku. Jadi, untuk merenovasi tentu bertentangan dengan aturan, karena tanahnya bukan milik pemerintah. “Apalagi rumah tersebut kondisinya sangat memprihatinkan. Karena itu tentu Dewan setuju melakukan lelang pembongkaran,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Plt. Kepala BKPAD Bangli, Putu Bagus Muliawan, usai rapat mengungkapkan, sebagai langkah awal rencana untuk melakukan lelang pembongkaran bangunan rumah dinas dokter yang merupakan aset Pemkab, instansinya melakukan pembahasan dengan legislatif. Pelelangan dilakukan mengingat bangunan telah usang dan tidak bisa digunakan. Selain itu karena tidak ada lagi perencanaan untuk membangun kembali.

“Mengingat  aset tanahnya milik Desa Adat, tentu tidak ada lagi perencanaan pembangunan lagi. Makanya kami lelang,” ulasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pelelangan akan dilakukan terbuka melalui KPKNL di hadapan pejabat lelang. Untuk penawaran dan pengumuman nanti secara online, dan juga ditempel di masing-masing kantor. Jika terjadi kesepakatan dan terjual, hasilnya akan masuk di pendapatan lain-lain yang sah.

Disinggung terkait inventarisasi aset yang lain, Muliawan berkata dalam jangka pendek akan melakukan pendataan untuk kendaraan bermotor maupun mobil yang  tidak bisa dipakai lagi. Selain itu secara bertahap lanjut ke peralatan dan mesin. Untuk kedua pendataan ini sebisa mungkin akan dipercepat, karena kendaraan bermotor dan peralatan mesin secara fisik sudah pasti kelihatan.

“Dengan melakukan hal ini, tentu aset yang tidak terpakai dapat mengurangi beban dan bisa menambah pendapatan lain-lain yang sah,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses