Diterjang Banjir, Jalan Tegalalang-Tambahan Nyaris Putus

  • Whatsapp
JALAN penghubung antara Lingkungan Tegalalalang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli dengan Banjar Tambahan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku yang rusak parah, malah nyaris putus akibat diterjang banjir. Foto: gia
JALAN penghubung antara Lingkungan Tegalalalang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli dengan Banjar Tambahan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku yang rusak parah, malah nyaris putus akibat diterjang banjir. Foto: gia

BANGLI – Kondisi infrastruktur jalan di Bangli mulai mengkhawatirkan beberapa waktu terakhir akibat diterjang banjir. Kini giliran jalan penghubung antara Lingkungan Tegalalalang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli dengan Banjar Tambahan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku yang rusak parah, malah nyaris putus. Hampir sebagian badan jalan  ambrol, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. 

Tokoh masyarakat Tegalalalang, Sang Ketut Rencana, Minggu (10/1/2021) membenarkan jalan penghubung Banjar Tambahan dengan Lingkungan Tegalalalang itu kembali diterjang banjir pada Sabtu (9/1/2021). “Saat itu hujan deras, air kembali meluap dan menerjang jalan yang sebelumnya telah jebol,” ungkapnya

Bacaan Lainnya

Usai diterjang air bah itu, sambungnya, kerusakan usai ambronyal dinding penahan tanah beberapa waktu lalu jadi kian parah. Karena itu, dia minta pengguna jalan agar lebih berhati-hati bila melintas di lokasi. “Kerusakannya makin parah sejak banjir kemarin,” seru pria yang juga kelihan subak ini.

Rencana berharap Pemkab Bangli, khususnya Bupati Bangli terpilih, agar memprioritaskan perbaikan jalan tersebut. Jika tidak dikerjakan pada tahun ini, dia yakin kerusakan akan tambah parah, karena musim hujan masih berlanjut. Rencana menambahkan, di lokasi agar dibikinkan terowongan yang lebih besar, karena di lokasi sering terjadi peningkatan volume air saat musim hujan.

Baca juga :  Gubernur Koster Siapkan Insentif untuk Desa Adat

“Bila tidak dibuatkan terowongan, alternatifnya bisa dibangun jembatan. Dengan demikian jalan nanti lebih landai dan aman dari bencana banjir,” sarannya.

Pandangan senada disampaikan Ketut Pande, salah seorang warga setempat. Kata dia, di lokasi itu acapkali terjadi peningkatan volume air saat musim hujan. Jebolnya dinding penahan tanah seminggu lalu, tambah dirusak derasnya hujan yang mengakibatkan air. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.