Distribusi Air Terancam Terganggu 14 Hari, Pelanggan Diminta Siaga

PROYEK peningkatan jalan berpotensi bersinggungan dengan pipa distribusi PAMTS yang berada tepat di bawah jalur pekerjaan. Foto: ist
PROYEK peningkatan jalan berpotensi bersinggungan dengan pipa distribusi PAMTS yang berada tepat di bawah jalur pekerjaan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS) Gianyar mengumumkan potensi gangguan distribusi air bersih di wilayah pelayanan barat Kecamatan Sukawati. Gangguan ini terkait proyek peningkatan jalan yang mulai dikerjakan pada Sabtu (22/11/2025) di Banjar Abianseka, Desa Mas, Ubud.

Proyek sepanjang 245 meter tersebut diperkirakan berlangsung 14 hari, dan berpotensi bersinggungan dengan pipa distribusi PAMTS, yang berada tepat di bawah jalur pekerjaan. Direktur Utama PAMTS, I Wayan Suastika, Selasa (25/11/2025), menyampaikan, pengerjaan bisa berdampak pada jaringan pipa eksisting, sehingga menurunkan tekanan air hingga mengganggu distribusi. Dia mengimbau pelanggan segera menyiapkan langkah antisipasi.

Bacaan Lainnya

“Kami tetap mengupayakan distribusi berjalan normal, namun potensi gangguan tetap mungkin terjadi. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.

Kawasan yang berpotensi terdampak cukup luas. Di Desa Sukawati, meliputi Banjar Tameng, Delod Pangkung, Bakbakan, Delod Tangkluk, Palak, Kebalian, Paku Wudan, Gelulung, Telabah, Gelumpang, Tebuana, Mudita, dan Bedil. Di Desa Batuan, gangguan dapat dirasakan di Banjar Peninjuwan (sebagian), Delod Tunon, Tengah, Jeleka, Puaya, Lantang Idung, Penida, Tegeha, dan Pekandelan. Sementara di Desa Celuk mencakup Banjar Celuk, Tangsub, dan Cemenggaon. Desa Guwang juga terdampak pada Banjar Tegal, Buluh, dan Wangbung. Di Desa Ketewel, Banjar Rangkan menjadi wilayah terdampak.

Tak hanya itu, sejumlah jaringan lain di Gianyar masih dalam tahap perbaikan, seperti Abianseka–Banjar Silungan, Petulu Gunung, Desa Petulu, Jalan Tirta Tawar, Jukut Paku Singakerta, Pengosekan, serta wilayah Petak dan Tampaksiring. Perbaikan jaringan di Jalan Kendedes juga masih berjalan bertahap.

Suastika memastikan monitoring harian dilakukan untuk meminimalkan risiko kerusakan pipa selama proyek berlangsung. Pelanggan diimbau menampung air seperlunya, berhemat penggunaan, dan menyiapkan kebutuhan air hingga seluruh pekerjaan tuntas. “Astungkara dengan peningkatan koordinasi, seluruh pekerjaan bisa teratasi dengan baik,” tutup Suastika. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses