Diskominfosan Bangli Peringatkan Bahaya Judol-Pinjol Ilegal

KEPALA Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Bangli, I Wayan Dirgayusa. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Memerangi judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal, Diskominfosan Bangli menggencarkan sosialisasi literasi digital kepada seluruh lapisan masyarakat. Judol dan pinjol menjadi perhatian kita bersama, khususnya terkait bagaimana menanggulangi dan mewaspadai judol dan pinjol ilegal di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Bangli, I Wayan Dirgayusa, saat membuka acara literasi digital yang mengambil tema “Mewaspadai Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal di Media Sosial”, Selasa (10/12/2024). “Judol dan pinjol ilegal ini sudah sangat meresahkan,” sebutnya di Auditorium Gedung BMB.

Bacaan Lainnya

Bukan hanya masalah ekonomi, persoalan ini terjadi juga karena minimnya literasi digital masyarakat. Menurut dia, kurangnya pemahaman masyarakat tentang teknologi digital membuat mereka mudah terjerumus dalam jebakan judol dan pinjol ilegal.

“Banyak yang tergiur dengan iming-iming keuntungan cepat dari judol, atau kemudahan akses pinjaman dari pinjol ilegal. Mereka tidak menyadari apa risiko di baliknya,” urai Dirgayusa.

Lebih jauh diutarakan, instansinya akan menyusun program edukasi yang menarik dan mudah dipahami. Terutama bagi kelompok rentan seperti pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga. Sosialisasi literasi digital akan mencakup berbagai aspek, mulai dari cara membedakan platform digital yang legal dan ilegal, tips aman bertransaksi online, hingga cara melindungi data pribadi di dunia maya.

“Dengan meningkatkan literasi digital masyarakat, kami berharap mereka lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital dan terhindar dari jeratan judol dan pinjol ilegal,” lugasnya.

Sebagai narasumber, dari OJK Wilayah Bali hadir I Gusti Bagus Adiwijaya, dan dari Direktorat Siber Polda Bali, AKP I Made Martadi Putra. Pesertanya pimpinan perangkat daerah di Pemkab Bangli beserta staf.

Para narasumber menekankan pentingnya literasi digital dalam menghadapi tantangan global. Digitalisasi adalah tantangan utama saat ini, masyarakat perlu memilah informasi dengan bijak. Mereka juga mengajak bersama melawan investasi ilegal, pinjol ilegal, dan judol yang dapat menghancurkan perekonomian keluarga, serta akan tersandung kasus hukum. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses