Diskes Gianyar Sebut VAR Prioritas untuk Gigitan Anjing Terindikasi Rabies

SOSIALISASI bahwa tidak semua kasus gigitan anjing harus mendapat suntikan Vaksin Anti-Rabies (VAR). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Dinas Kesehatan Gianyar sosialisasi bahwa tidak semua kasus gigitan anjing harus mendapat suntikan Vaksin Anti-Rabies (VAR). “Untuk diketahui bahwa kasus gigitan anjing karena anjing beranak, anjing diinjak ekornya, dipermainkan, dan gigitan lain karena adanya provokasi, tidak perlu diberikan VAR,” terang Kadiskes Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, Rabu (18/10/2023).

Ariyuni menjelaskan, penanganan pertama gigitan anjing dilakukan tata laksana cuci luka dengan sabun atau deterjen di air mengalir selama 10-15 menit. Kemudian penanganan luka dengan antiseptik seperti alkohol 70 persen, Betadine, atau lainnya, tanpa VAR, dan tentu dibantu dengan pemantauan anjingnya.

Bacaan Lainnya

“Bila ada indikasi atau dicurigai tanda-tanda anjing yang menggigit ke arah rabies, akan diberikan VAR. Indikasi ini dikoordinasikan dengan puskeswan dalam pemantauan kondisi anjing. Jadi, tidak semua kasus gigitan memperoleh VAR,” lanjutnya.

Untuk pencegahan dan pengendalian penyakit rabies, Ariyuni berharap masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan akan bahaya rabies. Binatang peliharaan agar rutin vaksin, selalu mengikat atau mengandangkan dan tidak melepasliarkan.

Bila terjadi gigitan anjing atau kucing dan kera, walaupun sedikit luka, agar datang ke puskesmas terdekat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. “Berikanlah informasi yang benar kepada petugas kesehatan, sehingga dapat memberi penanganan luka sesuai dengan standar kesehatan,” sambungnya.

Pada dasarnya, kata dia, masyarakat bisa mengetahui dengan cermat tanda-tanda pada hewan penular rabies (HPR). Dengan pemberdayaan masyarakat, bersama-sama bisa melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit rabies.

Ariyuni juga menjelaskan, saat ini VAR di Gianyar sangat menipis karena sesuai distribusi dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Makanya hanya diberikan kepada kasus gigitan dari hewan yang sudah dinyatakan positif laboratorium virus rabies.

Dinas Kesehatan Gianyar juga menganggarkan pembelian VAR, tapi belum dapat terealisasi karena keberadaan VAR masih langka. “Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Kesehatan menganggarkan Rp400 juta untuk pengadaan VAR, tapi karena VAR masih langka, sehingga belum bisa terealisasi,” pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses